- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Cegah Konflik Manusia Dengan Satwa di Kapuas
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kapuas, Darwandie
PotretKalteng.com - KUALA KAPUAS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, H. Darwandie, SH, MH dan Free Buben mengikuti kegiatan lokakarya terkait mitigasi dan reduksi dampak pembangunan jalan lintas terhadap populasi dan habitat orangutan serta satwa liar lainnya di Desa Tumbang Muroi, Tanjung Kalanis, Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas di Aula Bappedalitbangda Kuala Kapuas, Kamis (4/5/2023).
“Kami harapkan dengan ada upaya mitigasi ini, maka konflik dengan satwa liar bisa diatasi,” Kata Darwandie, di Kuala Kapuas.
Baca Lainnya :
- Cegah Konflik Manusia Dengan Satwa di Kapuas0
- Pertimbangan Harus Matang Terkait Penggabungan SOPD0
- DPRD Kapuas Apresiasi Jemaah Calon Haji Panitia Pelepasan dan Pemberangkatan0
- DPRD Kapuas Menilai Taman Kota di Kapuas Semrawut0
- DPRD Kapuas Minta Pemerataan Untuk Penyebaran Tenaga Kesehatan0
Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Basarang, Kapuas Barat dan Mantangai, selain itu kelembagaan adat yang ada di tingkat desa harus diperkuat, agar konflik dengan satwa liar bisa dicegah.
Sehingga ada regulasi dan anggaran yang memungkinkan untuk melakukan pengawasan setiap hari.
“Dengan kondisi yang ada, masyarakat bisa bersahabat dengan satwa yang muncul di lingkungan mereka atau sebaliknya. Asalkan lembaga ini diatur dengan baik,” jelasnya.
Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kapuas ini, ingin masyarakat tidak kebingungan dalam interaksi atau berbenturan dengan satwa liar yang dilindungi. Termasuk orangutan, karena dampak akses jalan ini dibuka.
“Jadi langkah-langkah mitigasi harus dilakukan dengan baik, dan pelaksanaannya harus dipantau secara terus-menerus,” Pungkas Darwandie. (Red)
Fuad Siddiq
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















