- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Tim Humas Polda Kalteng Mediasi Masalah Event Organizer
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Ipda Syamsudin ketika mendamaikan para pihak
Potretkalteng.com - Palangka Raya - Bidang Humas Polda Kalteng tidak henti-hentinya menebar kedamaian di tengah permasalahan masyarakat. Jalan mediasi ditempuh sebagai solusi terbaik untuk menyelesaikan perseteruan antar warga.
Seperti kali ini, Bidhumas Polda Kalteng kembali melakukan mediasi terhadap permasalahan AR (29) dan YS (25) yang berseteru gara-gara event organizer (EO) yang digelutinya, Selasa (6/12/2022) tadi malam.
Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro, S.H., M.H saat dikonfirmasi, Rabu (7/12/2022) mengungkapkan, setelah menerima laporan dari AR bahwa acara musik yang akan diselenggarakannya diancam akan digagalkan oleh YS, pihaknya langsung melakukan mediasi.
Baca Lainnya :
- Dapat Respon Dari Pemkab Kapuas, Kepala Sekolah SDN 2 Selat Dalam Ucapkan Terimakasih0
- Tingkatkan Disiplin Pegawai, Kadis Kominfo Kapuas Perkenalkan Aplikasi SIAP0
- Sekda Kapuas Tinjau Pembangunan SDN 2 Selat Dalam Yang Sempat Terhambat 0
- Akibat Api Dari Lilin. Satu Rumah Di Kapuas Terbakar.0
- Warga Kapuas Ditangkap Polisi, Karena Bawa Kabur Motor Teman.0
"AR adalah pemilik EO dan YS ini mantan anak buahnya. YS membuat status di media sosial yang berisi ancaman menggagalkan acara musik yang akan diselenggarakan AR dan ngajak berkelahi," terang Kabidhumas.
YS mengaku kecewa terhadap kepemimpinan AR kemudian meluapkan emosinya di media sosial dengan menggunakan kata-kata tidak baik, kasar dan mengancam.
"Saya tugaskan Cak Sam untuk melakukan mediasi dan alhamdulillah mediasi berhasil. YS mengakui kesalahannya dan meminta maaf ke AR serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi," urainya.
Kabidhumas mengimbau, apabila ada masalah dengan siapapun dan ada masalah apapun, jangan diluapkan di media sosial. Apalagi dengan menggunakan kalimat tidak baik dan mengancam orang lain.
"Sebaiknya permasalahan itu diselesaikan dengan jalan kekeluargaan dan perdamaian. Bukankah damai itu indah," pungkasnya.(red)
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















