- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Program Penanganan Stunting Harus Lebih di Tingkatkan
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kapuas, H. Pahmi, S.Sos
Potretkalteng.com - KUALA KAPUAS, Dalam penanganan upaya Stunting di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), harus tetap lebih ditingkatkan lagi.
Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kapuas, H. Pahmi, S.Sos. kepada potretkalteng.com. Jum'at (17/11/2023).
Baca Lainnya :
- Pemkab Kapuas Jalin Kerjasama dengan Pemkot Palangka Raya0
- Bambang Purwanto Dorong Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan dan Nasionalisme Bagi Generasi Muda di Indo0
- Mencari Bibit Muda, PWI Kapuas Akan Gelar Turnamen Catur0
- Komisi III DPRD Tapin Kunker ke DPRD Kapuas0
- Caleg PKB Kapuas di Beri Pembekalan0
"Kami berharap agar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, terus mendorong dalam upaya penanganan Stunting, hal ini kita lakukan secara bersama sama agar upaya dalam mempercepat penurunan Stunting pada level yang terendah lagi," kata H. Pahmi, di Kuala Kapuas.
Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang terkenal dengan murah senyum ini juga menambahkan bahwa, Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.
"Kami juga sangat mengapresiasi jajaran Pemkab Kapuas, atas kinerjanya serta komitmennya dalam upaya pencegahan dan penurunan angka Stunting diwilayah setempat," jelasnya.
Menurutnya, Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan.
Diketahui, pada tahun 2019 yang telah lalu berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia, Prevalensi Stunting di Kabupaten Kapuas, adalah 42,37 persen. Kemudian pada tahun 2021, telah berhasil menurunkan Prevalensi Stunting menjadi 25 persen, dan 20,1 persen pada tahun 2022. (Red)
Fuad Siddiq
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















