Junaidi Desak Pertamina Penuhi Kuota BBM Palangka Raya, Antrean SPBU Kembali Mengular

Potret kalteng 19 Agu 2026, 17:20:45 WIB PEMPROV KALTENG
Junaidi Desak Pertamina Penuhi Kuota BBM Palangka Raya, Antrean SPBU Kembali Mengular

Keterangan Gambar : Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, meminta Pertamina memastikan kelancaran penyaluran dan memenuhi kuota bahan bakar minyak (BBM) sesuai kebutuhan masyarakat.


Junaidi menilai, antrean panjang yang kembali terjadi menjadi indikasi bahwa penyaluran BBM di tingkat SPBU belum optimal atau belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

“Rumusnya sederhana, kalau sampai terjadi antrean di SPBU, itu pasti karena penyalurannya kurang. Kami berkeyakinan jika antrean kembali terjadi di Kota Palangka Raya, berarti pasokan dari Pertamina belum memenuhi kuota kebutuhan masyarakat,” ujar Junaidi saat ditemui di Palangka Raya, Selasa (18/8/2026).


Menurutnya, Pertamina kerap menyampaikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Karena itu, Junaidi mendorong Pertamina tidak mengurangi jatah pasokan dan menjaga konsistensi penyaluran sesuai kuota yang telah ditetapkan.

“Harapan kita, pihak Pertamina bisa kembali memenuhi kuota kebutuhan kota. Jangan sampai kurang salur atau ada alasan macam-macam. Kalimantan Tengah ini daerah penghasil energi, jadi kami minta kuota BBM kita jangan dikurangi. Jika kebutuhan Palangka Raya berada di angka 205 kiloliter, tolong itu dipenuhi,” tegasnya.


Ia menambahkan, apabila akumulasi pasokan BBM mencukupi, antrean panjang di SPBU semestinya tidak terjadi.

Tanggapi Pembatasan Pertalite

Terkait kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite berdasarkan Data Tunggal, Junaidi menyatakan DPRD Kalteng mendukung prinsip penyaluran subsidi yang tepat sasaran.

“Pertalite itu kan BBM bersubsidi. Kami memahami ada acuan data tunggal dari pemerintah agar subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Mengenai aturan itu, dewan tentu sepakat,” ungkapnya.


Kendati demikian, ia mengingatkan agar penerapan pembatasan pembelian Pertalite tetap diimbangi dengan ketersediaan stok yang mencukupi di lapangan, baik untuk BBM bersubsidi maupun nonsubsidi.

Junaidi menegaskan, masyarakat yang tergolong mampu dapat menggunakan BBM nonsubsidi. Namun, kebutuhan BBM secara keseluruhan di Kota Palangka Raya harus tetap dipenuhi agar masyarakat tidak dirugikan akibat antrean panjang di SPBU.


Sorotan Junaidi tersebut muncul di tengah antrean Pertalite yang kembali terjadi di sejumlah SPBU Palangka Raya. Pertamina sendiri menyatakan terus memantau kondisi SPBU dan mengoptimalkan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU sesuai kebutuhan serta kondisi operasional di lapangan.(yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment