Targetkan 2028 Fungsional, Bupati Kapuas Kebut Konektivitas Jalan Pesisir Hingga Pedalaman

Potret kalteng 04 Mei 2026, 21:37:45 WIB Kapuas
Targetkan 2028 Fungsional, Bupati Kapuas Kebut Konektivitas Jalan Pesisir Hingga Pedalaman

Keterangan Gambar : Foto Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, S.P.




KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memacu pembangunan infrastruktur jalan lintas kecamatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Bupati Kapuas menyatakan optimismenya bahwa ruas jalan panjang yang menghubungkan Batanjung, Kuala Kapuas, Mantangai, Timpah, Pujon, Pasak Talawang, Sei Hanyo, hingga Sei Pinang akan fungsional sepenuhnya pada tahun 2028 mendatang. Langkah strategis ini diambil untuk mengakhiri ketergantungan akses masyarakat yang selama ini sering kali harus melintasi wilayah kabupaten tetangga untuk mencapai tujuan di dalam wilayah Kapuas sendiri.

Baca Lainnya :


Fokus pembangunan infrastruktur ini telah dimulai sejak tahun pertama kepemimpinan Bupati dengan menitikberatkan pada penataan kota dan peningkatan akses jalan penghubung. Pada tahun 2025, pemerintah daerah telah melaksanakan pelebaran jalan perkotaan serta penataan lampu penerangan sebagai fondasi percepatan. Memasuki tahun 2026, agenda utama adalah penyelesaian ruas jalan yang sudah dikerjakan, pembukaan jalur baru menuju Mandomai, serta penyelesaian badan jalan menuju Batanjung termasuk proyek Water Front City dan perluasan kota.


Bupati Kapuas mengakui bahwa selama ini muncul rasa enggan saat harus berkunjung ke wilayah hulu namun harus memutar melewati Kabupaten Pulang Pisau, Palangka Raya, hingga Gunung Mas. Kondisi geografis yang belum terkoneksi dengan baik tersebut menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan jalur utama menuju pedalaman. “Kalau seluruh kecamatan sudah terkoneksi dari pesisir sampai pedalaman, tentu kita akan jauh lebih mudah dan bangga,” ujar Bupati Kapuas menegaskan urgensi proyek tersebut.


Rencana pembangunan berlanjut pada tahun 2027 dengan target penyelesaian 35 titik box culvert dan jembatan, serta penuntasan jalur menuju Pasak Talawang. Jika jalur ini berhasil difungsionalkan pada 2028, waktu tempuh perjalanan diperkirakan akan terpangkas hingga 50 persen dibandingkan rute konvensional yang ada saat ini. Keberadaan jalan ini diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah pedalaman serta menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kapuas.


Pemerintah daerah juga memastikan bahwa besarnya anggaran infrastruktur ini tidak akan mengganggu stabilitas program prioritas lainnya. Anggaran untuk belanja pegawai, kegiatan perangkat daerah, hingga program bantuan Rp1 miliar satu desa dipastikan tetap berjalan aman karena sudah melalui penghitungan yang matang. “Pembangunan ruas jalan tersebut dipastikan tidak mengganggu program Rp1 miliar satu desa maupun belanja pegawai. Secara anggaran dan SDM, kita mampu,” ujar Bupati meyakinkan publik mengenai ketersediaan sumber daya.


Selain fokus pada infrastruktur darat, Pemkab Kapuas juga akan melakukan sinergi dengan pemerintah pusat untuk pengembangan sektor pendukung lainnya. Bidang pertanian, transmigrasi, ketahanan pangan, perikanan, serta pendidikan akan dikembangkan secara paralel melalui skema sharing program. Dengan visi konektivitas pesisir hingga pedalaman yang tuntas pada 2028, Kabupaten Kapuas bersiap menyongsong era baru pembangunan yang mandiri dan tidak lagi bergantung pada akses wilayah kabupaten lain di sekitarnya.


Her







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment