Protes Distribusi BBM, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak Lepas Liar Kodok di Kantor Pertamina

Potret kalteng 11 Mei 2026, 19:25:12 WIB Palangka Raya
Protes Distribusi BBM, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak Lepas Liar Kodok di Kantor Pertamina



PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) Bergerak menggelar aksi unjuk rasa unik di depan Kantor Pertamina Regional Kalteng, Palangka Raya, Senin (11/05/2026). Dalam aksi tersebut, massa melepaskan puluhan ekor katak (kodok) sebagai simbol kritik terhadap kebijakan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dinilai tidak konsisten.

Baca Lainnya :


Afan sebagai Kordinator Aksi menyampaikan bahwa aksi teatrikal ini dilakukan sebagai bentuk sindiran atas pernyataan pihak Pertamina dan instansi terkait yang dianggap sering berubah-ubah. Juru bicara aliansi menyatakan bahwa perilaku "melompat-lompat" kodok merepresentasikan narasi pejabat berwenang yang tidak sinkron dengan fakta di lapangan.


"Di satu sisi mereka mengklaim stok aman, namun di sisi lain distribusi di lapangan justru menyusut drastis. Narasi mereka berubah-ubah seiring tekanan publik, persis seperti kodok yang melompat tanpa arah yang jelas," ujar Afan sebagai perwakilan massa saat memberikan keterangan kepada awak media.


Selain melakukan aksi teatrikal, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak membawa sejumlah tuntutan krusial terkait tata kelola energi di Bumi Tambun Bungai. Mereka mendesak adanya transparansi data stok harian di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.


Beberapa poin utama yang menjadi sorotan massa antara lain:


-Transparansi Kuota: Meminta Pertamina membuka data kuota harian per SPBU kepada masyarakat luas agar publik bisa melakukan pengawasan mandiri.


-Dugaan Pengalihan Stok: Massa mencurigai adanya praktik "gali lubang tutup lubang", yakni pengalihan stok BBM dari daerah luar Palangka Raya ke ibu kota provinsi hanya untuk meredam gejolak publik sesaat.


Afan menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan awal. Mereka memberikan tenggat waktu bagi PT Pertamina untuk segera membuka data distribusi secara transparan ke ruang publik.


"Kami meminta Pertamina segera membuka data ke publik. Jika tidak, kami akan kembali melakukan aksi massa dengan membawa jumlah hewan yang lebih banyak sebagai bentuk protes yang lebih keras," tegas Afan sebelum membubarkan diri dengan tertib.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Regional Kalteng belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan transparansi data dan tudingan pengalihan stok yang disampaikan oleh massa aksi.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment