Aksi Mahasiswa Anak Buruh Memanas, Agustiar Sabran Turun Tangan Redam Ketegangan

Potret kalteng 12 Mei 2026, 10:01:08 WIB PEMPROV KALTENG
Aksi Mahasiswa Anak Buruh Memanas, Agustiar Sabran Turun Tangan Redam Ketegangan

Keterangan Gambar : Saat Gubernur Agustiar Sabran turun langsung dan berdialog terbuka dengan massa. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Aksi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh Kalimantan Tengah di depan Kantor Gubernur, Senin (11/5/2026), nyaris ricuh setelah terjadi adu dorong dengan aparat. Situasi berubah drastis saat Gubernur Agustiar Sabran turun langsung dan berdialog terbuka dengan massa.


Ketegangan pecah ketika massa aksi berusaha mendekat ke area kantor gubernur, memicu dorong-dorongan dengan petugas keamanan. Namun eskalasi berhasil diredam sebelum berkembang menjadi bentrokan terbuka.


Di tengah situasi yang memanas, Gubernur Agustiar Sabran memilih langkah tak biasa. Tanpa pengawalan ketat, ia menghampiri massa dan duduk bersama mahasiswa di atas rumput halaman kantor gubernur.

Langkah tersebut langsung mengubah suasana. Aksi yang semula tegang beralih menjadi forum dialog terbuka. Mahasiswa memanfaatkan momen itu untuk melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah.


Isu utama yang disorot adalah lemahnya pengawasan di sektor sawit dan pertambangan, yang dinilai berdampak langsung pada rendahnya kesejahteraan buruh. Selain itu, perlindungan bagi pekerja rentan dan kepastian hukum juga menjadi tuntutan mendesak.


Massa turut mendesak pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan konkret, mulai dari subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan, penguatan pendidikan vokasi berbasis industri, hingga kewajiban perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal.

Menanggapi tekanan tersebut, Agustiar memastikan pemerintah daerah tidak akan mengabaikan aspirasi yang disampaikan.


“Apa yang mereka sampaikan terkait kepastian hukum, kesejahteraan dan lainnya itu sangat wajar. Kita akan tindak lanjuti tentunya sesuai regulasi di Indonesia. Pokoknya kita atensi dan kita sama-sama lakukan tindakan,” tegasnya.


Sementara itu, Koordinator Aksi, Satria Bintang, menegaskan bahwa aksi ini bukan akhir dari perjuangan.

Ia memastikan mahasiswa akan terus mengawal komitmen pemerintah hingga benar-benar terealisasi.


“Perjuangan belum berakhir. Kami ingin janji ini tidak berhenti di dialog. Harus ada langkah nyata untuk kesejahteraan buruh,” tandasnya. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment