Pemkab Murung Raya Matangkan Persiapan KKN UPR dan UIN Palangka Raya

Potret kalteng 04 Jun 2026, 20:24:22 WIB Murung Raya
Pemkab Murung Raya Matangkan Persiapan KKN UPR dan UIN Palangka Raya

Keterangan Gambar : Rapat persiapan pelaksanaan KKN mahasiswa UPR dan UIN Palangka Raya di Kabupaten Murung Raya.



PURUK CAHU, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya Tahun 2026.


Baca Lainnya :

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Murung Raya Heriyus di Aula A Kantor Bupati Mura, Selasa (3/6/2026). Rapat turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Mura Sarwo Mintarjo serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.


Dalam rapat tersebut disampaikan, mahasiswa KKN dari UIN Palangka Raya direncanakan berjumlah 250 orang yang terbagi dalam 25 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 mahasiswa.


Sementara itu, UPR merencanakan sebanyak 150 mahasiswa yang akan dibagi dalam 10 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 15 mahasiswa. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah dan menunggu finalisasi dari pihak perguruan tinggi.


Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa yang direncanakan mengikuti KKN di Kabupaten Murung Raya mencapai sekitar 400 orang. Mereka akan menjalani KKN selama 45 hari dan ditempatkan di sejumlah desa prioritas.


Penempatan mahasiswa akan diarahkan terutama ke wilayah yang memiliki persoalan stunting, kemiskinan serta membutuhkan dukungan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.


Bupati Murung Raya Heriyus menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah dan pihak perguruan tinggi agar pelaksanaan KKN dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa UIN Palangka Raya telah melakukan peninjauan dan pengecekan sejumlah lokasi sebelumnya. Sementara pihak UPR masih akan melakukan survei lapangan sekaligus memfinalisasi jumlah mahasiswa yang akan mengikuti KKN di Murung Raya.


Selain lokasi penempatan, aspek keselamatan mahasiswa juga menjadi perhatian. Pihak perguruan tinggi meminta agar mahasiswa tidak ditempatkan di desa dengan akses ekstrem maupun wilayah yang mengharuskan perjalanan menggunakan jalur sungai berisiko.


Pertimbangan tersebut berkaitan dengan keselamatan mahasiswa sekaligus tingginya kebutuhan biaya transportasi menuju Kabupaten Murung Raya yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Murung Raya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKN tersebut. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah.


Khususnya, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya penanganan stunting, pemberdayaan masyarakat serta penguatan berbagai kegiatan pembangunan di desa-desa lokasi KKN.


Pemkab Murung Raya bersama perguruan tinggi akan terus melakukan koordinasi dan pematangan teknis agar pelaksanaan KKN Tahun 2026 dapat berjalan aman, efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.(KY)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment