- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Masyarakat Pertanyakan Sertifikat Tanah Milik Warga Desa Aruk Yang Belum Juga Terbit
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Tokoh Masyarakat Adat, Yawaisma
Potretkalteng.com - TIMPAH - Masyarakat Desa Aruk, kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas sudah lama menunggu terbitnya sertifikat tanah hak milik warga yang sudah diajukan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kapuas yang hampir 6 bulan berlalu.
Namun, kabarnya sampai sekarang belum juga ada kabar ataupun pemberitahuan dari BPN Kapuas.
Baca Lainnya :
- Lahan Pertanian di Jawa Terus Berkurang, Bambang Purwanto Usulkan Alternatif Baru0
- Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata, Bambang Purwanto Lakukan Antisipasi0
- Pulpis Terus Mengupayakan Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan0
- Bupati Gunung Mas Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Intoleransi0
- Paripurna APBD Perubahan 2023, Plt. Bupati Kapuas Hadir Melalui Zoom0
Yawaisma, salah satu tokoh masyarakat Timpah mengatakan bahwa bahwa program tersebut adalah program dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo yang diperintahkan kepada Menteri Pertanahan yang baru.
"itu sudah didaftar resmi dan diukur ulang oleh Pemeruntah Desa Aruk bersama petugas
Seksi Komosi Badan Pertanahan Kabupaten Kapuas"ungkapnya.
Ditambahkan Yawasima bahwa hal ini menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat Desa Aruk selama ini, apakah program itu betul adanya atau cuma memberi harapan utk masyarakat dalam mendekati PEMILU 2024 mendatang.
"Kalau itu semua cuma sekedar janji untuk mberikan harapan palsu untuk masyarakat kecil demi kepentingan POLITIK sebaiknya tidak usah didaftar sama sekali, Karena masyarakat kecil di desa pada umumnya selalu berharap kalau ada program yang meringankan masyarakat dan membantu seperti penerbitan sertifikat tanah hak milik warga"tambahnya.
Harapan dari aktivis masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas hulu ini ia meminta dengan hormat kepada unsur Stakeholder Kabupaten Kapuas untuk bisa membantu masyarakat Desa Aruk.(red)
RT
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















