- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Lahan Pertanian di Jawa Terus Berkurang, Bambang Purwanto Usulkan Alternatif Baru
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Momen kebersamaan Bambang Purwanto (berdiri kemeja biru nomor 5 dari kiri), anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Kalimantan Tengah, bersama masyarakat dan kelompok tani usai bimtek di Aula Desa Wayun, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan pada Minggu, 6 Agustus 2023 lalu.
potretkalteng.com - BARITO SELATAN - Bambang Purwanto, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Kalimantan Tengah, melakukan kolaborasi kegiatan pengembangan teknis peternakan, bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang difasilitasi oleh Balai Embrio Ternak Cipelang.
Kegiatan bimtek ini dilakukan oleh Bambang Purwanto dalam rangka sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perihal pengelolaan dan pengembangan usaha pertanian dan peternakan yang dimiliki, yang mana diadakan di Aula Desa Wayun, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan.
Diketahui para peserta bimbingan teknis ini sangat antusias dalam menerima ilmu dan pengalaman yang disampaikan oleh Bambang Purwanto. Pengetahuan yang diperoleh sangat berguna dalam menjaga kualitas dan produktivitas usaha yang dijalani, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Lainnya :
- Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata, Bambang Purwanto Lakukan Antisipasi0
- Pulpis Terus Mengupayakan Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan0
- Bupati Gunung Mas Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Intoleransi0
- Paripurna APBD Perubahan 2023, Plt. Bupati Kapuas Hadir Melalui Zoom0
- Bambang Purwanto Berikan Bantuan Alat Pertanian Modern Untuk Masyarakat dan Poktan di Pulang Pisau0
Menurut Bambang Purwanto, kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 6 Agustus 2023 lalu, memberikan penegasan akan pentingnya memiliki pengetahuan yang kuat dalam berbagai hal. Sebab ia menyoroti peran vital para petani dan peternak dalam mengatasi krisis pangan dan ternak global yang dapat terjadi di masa depan.
"Kita harus siap bapak-ibu, karena dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak terjadi konflik dan perang diluar sana, dan itu berdampak pada kestabilan perekonomian dan ketersediaan bahan pangan yang dimiliki oleh banyak negara. India sudah stop impor beras, kalau kita tidak peduli hal ini, bahaya bapak-ibu," tegas Bambang Purwanto.
Ia juga mengingatkan tentang lahan pertanian di Jawa yang selama ini menjadi andalan, dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami penurunan dalam segi luas lahan pertaniannya. Hal ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan yang digunakan untuk menjadi fasilitas umum, seperti perumahan dan pembangunan jalan.
"Kalau di Jawa sana, banyak lahan pertanian yang akhirnya dibangun jalan tol, gedung dan perumahan. Kalau ini tidak diantisipasi, dan tidak kita tanggapi serius maka itu sangat bahaya sekali. Kita akan tergantung pada impor dan berakibat pada harga bahan pokok yang akan naik berkali-kali lipat," lanjutnya.
Tentu lanjutnya, kondisi ini perlu segera diatasi dengan mendorong lahan pertanian yang potensial di luar Pulau Jawa, terutama daerah yang bukan hanya memiliki lahan pertanian yang baik, namun juga memiliki para petani yang siap untuk mengelola lahan pertanian tersebut. Tidak lain, untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan di Indonesia demi mewujudkan ketahanan pangan nasional di masa depan.
"Kalimantan Tengah dapat menjadi alternatif lahan pertanian dan peternakan yang bagus. Karena selain kita punya lahan pertanian yang potensial, kita juga memiliki para petani yang siap untuk mengelola lahan tersebut. Kalimantan Tengah sudah memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan. Kita juga siap mendukung pemerintah untuk bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan upaya ini," tutupnya.
Reporter: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















