- DPRD Kalteng Pacu Pembahasan Raperda Strategis, Sengketa Lahan Jadi Perhatian
- DPRD Kalteng Kebut Pembahasan Raperda Strategis, Dorong Regulasi Prioritas 2026 Segera Rampung
- El Nino 2026 Ancam Kalteng, DPRD Ingatkan Pemda Siaga Penuh Hadapi Karhutla
- DPRD Kalteng dan PUPR Barsel Sepakat Prioritaskan Perbaikan Jalan Desa Pararapak
- DPRD Kalteng Apresiasi Silaturahmi BKKBN, Dorong Penguatan Sinergi Program Bangga Kencana
- DPRD Kalteng dan BKKBN Perkuat Sinergi Tekan Stunting dan Wujudkan Keluarga Berkualitas
- DPRD Kalteng Soroti Kinerja Bank Kalteng, Dorong Peningkatan Kontribusi bagi Daerah
- Karhutla dan BBM Tak Stabil Beruntun Tekan Warga Barito Utara, Tokoh Adat Minta Pemerintah Turun Tan
- Semarak HUT RI ke-81, DPMPTSP Kapuas Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Lomba
- Kapuas Perluas Akses PAUD, Sejumlah TK Desa Resmi Berstatus Negeri
Masyarakat Desa Aruk Pertanyakan Kejelasan Sertifikat Tanah Mereka
Oleh : Tim redaksi

Keterangan Gambar : Yawaisma, Aktivis Masyarakat Adat
Potretkalteng.com - KAPUAS - Masyarakat desa Aruk Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas sedang menunggu sertifikat tanah yang sudah didaftarkan oleh tim Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas yang beberapa bulan yg berlalu
sampai sekarang belum juga terbit.
Dalam penerbitan sertifikat ini banyak warga yang sudah bertanya - tanya kenapa belom juga terbit, sedangkan itu sudah menjadi program Presiden RI Joko Widodo bersama dgn menteri agraria/ BPN.
Baca Lainnya :
- Bawaslu Kapuas dan Media Bersinergi Terkait Tahapan Dalam Pemilu 20240
- Ini Harapan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kapuas Pada Peringatan Hari Buruh0
- Cegah Konflik Manusia Dengan Satwa di Kapuas0
- Cegah Konflik Manusia Dengan Satwa di Kapuas0
- Pertimbangan Harus Matang Terkait Penggabungan SOPD0

Didi Suan, tokoh masyarakat Desa Aruk
Kepala Desa Aruk, Edi N. Sida heran dan menanyakan ada apa dengan ini semua seakan-akan masyarakat kecil bisa dibohongi,
Tapi publik semua melihat dan mendengar apa yg sudah disampaikan oleh Presiden RI
di beberapa media.
Disisi lain, Didi.A.D.Suan selaku tokoh masyarakat Desa Aruk mengatakan bahwa Pemda Kapuas ini memang dari semenjak jaman orde baru memang dalam hal birokrasi cukup menyusahkan masyarakat.
"Kami merasa selalu bertele- tele urusan yg seharusnya bisa cepat, selalu diperlambat dengan bermacam- macam alasan yg tidak jelas tegasnya.
Yawaisma selaku aktivis masyarakat adat juga menyampaikan senada, dia merasa kecewa dengan birokrasi yang ada di lingkungan Pemkab Kapuas.
"Padahal, kami adalah salah satu pendukung Bupati Ben Brahim dan juga Ibu Ary Egahni, tapi mendapatkan fasilitas kami dipersulit".(red)
RT
Berita Utama
-
Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
PURUK CAHU, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan 230 pasang sepatu sekolah kepada siswa dari . . .
-
Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi Pasar Ikan Grosir ke Danau Mare
Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi Pasar Ikan Grosir ke Danau Mare
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mematangkan rencana relokasi Pasar Ikan Grosir dari Jalan Mawar ke kawasan Pelabuhan Danau Mare, Kuala . . .
-
180 Peserta Ikuti Rakor PPID 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Transparansi Informasi
180 Peserta Ikuti Rakor PPID 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Transparansi Informasi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik dan . . .
-
Dinkes Kalteng Periksa Kesehatan Personel Satgas Karhutla
Dinkes Kalteng Periksa Kesehatan Personel Satgas Karhutla
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi personel Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan . . .
-
Kapuas Perluas Akses PAUD, Sejumlah TK Desa Resmi Berstatus Negeri
Kapuas Perluas Akses PAUD, Sejumlah TK Desa Resmi Berstatus Negeri
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mendorong pemerataan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga ke wilayah pedesaan. Salah satu . . .

















