- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Kayu Gelondongan Melintas Dengan Bebas di DAS Anjir Kapuas
Tim Redaksi

PotretKalteng.com - KUALA KAPUAS, Sekitar puluhan potong kayu gelondongan melintas dengan sangat bebasnya melewati Daerah Aliran Sungai (DAS) Anjir, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh salah seorang warga desa Mambulau, Aman, kepada potretkalteng.com. Sabtu (29/7/2023).

Baca Lainnya :
- DPRD Kapuas Pantau Proses Lelang Tender Proyek0
- DPRD Kapuas Tinjau Bangunan Rujab Bupati Yang Terbengkalai0
- Pemerintah Desa Anjir Mambulau Barat Bersama Unsur Tripika Kapuas Timur Melakukan Monev 100 0
- Musdes Desa Anjir Serapat Timur Untuk Usulan Rencana Kerja Desa Tahun 20240
- Tumbuhkan Rasa Solidaritas dan Kepedulian, PWI Kapuas Bagikan Bansos0
Kayu Gelondongan milik Ojek yang melintas di aliran sungai Kapuas, pada Senin 17 April 2023 jam 10:44 wib.
"Sudah sering kayu gelondongan melintas di DAS Anjir ini. Dan bukan hanya kali ini saja, karena saya tinggal di pinggiran sungai Anjir, makanya saya mengatahuinya," Kata Aman, di Kuala Kapuas.
Kayu gelondongan milik Utih melintas di DAS Anjir pada Kamis 11 Mei 2023 jam 13:31 wib.
Menurutnya, kayu gelondongan tersebut dibawa dari daerah hulu, dan masuk DAS Anjir pada saat air sedang dalam keadaan pasang untuk dibawa ke provinsi tetangga.

Kayu gelondongan milik Laba yang melintas di DAS Anjir pada Kamis 27 Juli 2023 jam 14:54 wib.
Diketahui, kayu gelondongan milik Ojek tersebut melintas dialiran sungai Kapuas pada Senin 17 April 2023, jam 10 : 44 wib, kemudian milik Utih melintas di DAS Anjir pada Kamis 11 Mei 2023, jam 13 : 31 wib. Dan kayu milik Laba melintas di DAS Anjir pada Kamis 27 Juli 2023 jam 14 : 54 wib.
Sampai dengan turunnya berita ini, pemilik kayu gelondongan tersebut masih belum dapat dihubungi. Dan berdasarkan hasil informasi yang dihimpun dilapangan kayu gelondongan tersebut milik Utih, Laba, dan Ojek. Yangmana kayu tersebut dibawa dari daerah hulu Kapuas untuk dijual ke wilayah provinsi tetangga yakni Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan melewati jalur aliran sungai yang ada diwilayah setempat. (RED)
Fuad Siddiq
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















