- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Banjir di Barsel Meluas, Pemerintah daerah Tetapkan Status Tanggap Darurat
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Banjir di Barito Selatan
Potretkalteng.com - BUNTOK - Debit air sungai Barito semakin meningkat imbas dari tingginya intensitas hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito dalam beberapa minggu terakhir, dan kiriman air dari hulu sungai Barito membuat banjir di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) semakin meluas.
Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel bersama Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menetapkan status siaga bencana menjadi tanggap darurat banjir, bertempat di Aula Setda setempat, Senin (22/1/2024).
Baca Lainnya :
- Kunjungi Polres Barsel, Kapolda Kalteng Disambut Jajar Kehormatan dan Potong Pantan0
- Jelang Pemilu 2024, Kapolda Kalteng Kunjungi Kantor KPU Barsel 0
- Serap 685 Aspirasi, Ketua Komisi I DPRD Barsel Sampaikan Hasil Reses di Sidang Paripurna 0
- Rapat Paripurna Awal Tahun, DPRD dan Pemkab Barsel Setujui Ranperda Pajak Daerah0
- Siap Sukseskan Pemilu 2024, Eddy Raya Yakin Golkar Menang di Barsel0

Pj Bupati Barsel bersama Forkopimda ketika melaksanakan rapat
"Berdasarkan data dari BPBD saat ini sebanyak 49 Desa dan 7 Kelurahan dari 5 Kecamatan di Kabupaten Barsel yang terendam banjir," ucap Pj. Bupati Barsel, H. Deddy Winarwan kepada wartawan usai memimpin Rakor.
Ia menuturkan, dari laporan seluruh Camat se Kabupaten Barsel, bahwa area yang tergenang banjir semakin meluas, otomatis warga yang terdampak banjir juga semakin meningkat jumlahnya, maka dari itu pemerintah daerah bersama Forkopimda menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari terhitung dari tanggal 22 Januari - 4 Februari 2024.
"Sebelum melaksanakan Rakor ini, kita juga sudah melakukan tindakan awal dengan mendirikan Posko pengungsian disejumlah titik rawan banjir," tuturnya.
Ia menerangkan, wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Barsel adalah Kecamatan Dusun Selatan, Kelurahan Buntok Kota, Hilir Sper, dan Jelapat, meliputi Desa Mabuan, Sanggu, Pararapak, Muara Ripung, Danau Ganting, Lembeng, Murung Paken, Penda Asem, Baru, Danau Sadar, Pamait, Teluk Mampun, Kalahien, Teluk Telaga, Muara Talang, Tanjung Jawa dan Danau Masura.
Sementara, lanjutnya, di Kecamatan Dusun Utara, Kelurahan Pendang meliputi Desa Majundre, Reong, Tarusan, Gunung Rantau, Talekoi, Marawan Baru, Merawan Lama, Bundar dan Sungai Telang, sedangkan Kecamatan Karau Kuala, Kelurahan Bangkuang, Desa Salat Baru, Teluk Betung, Babai, Talio, Tampijak, Bintang Kurung, Teluk Sampudau, Janggi, Malitin, serta Muara Arai.
"Kecamatan Dusun Hilir, Kelurahan Mengkatip, Desa Batampang, Batilap, Mahajandau, Kalanis, Muara Puning, Sungai Jaya, Lehai, Dusun Pinungku, Teluk Timbau, Mangkatir, dan Kecamatan Jenamas, Kelurahan Rantau Kujang, ada Desa Tabatan, Tampulang serta Rantau Bahuang," terang Pj. Bupati.
Ia mengatakan, untuk memudahkan koordinasi dan komando penanganan bencana banjir, perlunya didirikan Posko gabungan bencana banjir tingkat Kabupaten serta Kecamatan sebagai Satuan Administrasi dan Tempat Mangkal (SATMIKAL).
Ia menambahkan, dengan kegiatan penanganan banjir, evakuasi korban banjir, dapur umum, pelayanan kesehatan seperti pengobatan gratis dan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak banjir, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi bencana banjir pada masing-masing wilayah yang terdampak banjir.
"Kita juga meminta kepada seluruh jajaran agar Posko gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SATPOL-PP, Damkar, tenaga kesehatan dan unsur terkait itu bukan hanya ada ditingkat Kabupaten saja, tetapi juga disetiap Kecamatan maupun Kelurahan di wilayah Barsel, dan kita sama-sama berdo'a agar banjir di daerah kita ini lekas surut, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal," kata H. Deddy Winarwan. (Red).
Jul
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















