- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Viral di Media Sosial, H. Koyem Singgung Bupati H. Shalahuddin

Keterangan Gambar : Foto H. Nadalsyah
Baca Lainnya :
- Efisiensi Anggaran di Tengah Komitmen Pelayanan Pendidikan Kalteng0
- Empat Pelaku Pencurian dengan Pemberatan di Kapuas Tengah Berhasil Diringkus Polisi0
- Polres Kapuas Amankan Seorang Wanita Diduga Edarkan Sabu di Kapuas Tengah0
- Seniman Kalteng Menangis, Tuntut Penandatanganan NPHD Dana Hibah 27 Sanggar 20250
- Atasi Defisit Anggaran, Pemprov Kalteng Didesak Maksimalkan Investasi dan Tertibkan Mafia BBM0
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM– Media sosial dihebohkan oleh pernyataan H. Nadalsyah, mantan Bupati Barito Utara (Barut) dua periode (2013–2023) yang akrab disapa Koyem. Melalui akun Facebook-nya, Koyem menyampaikan kritik mengenai asal-usul aset yang dimiliki Bupati Barito Utara terpilih (hasil Pemungutan Suara Ulang atau PSU), Shalahuddin.
Pernyataan Koyem Nadalsyah, yang kini menjadi perhatian publik, secara tersirat mempertanyakan sumber kekayaan Shalahuddin. Hal ini didasari pada latar belakang Shalahuddin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri.
Dalam unggahan yang diunggah, Koyem menulis:
"Shalahuddin, kalau kamu mencari kekurangan orang lain pasti mudah, tapi kalau mencari kekurangan kamu sendiri pasti tidak bisa. Di sini kita menganalisa, Shalahuddin adalah seorang ASN yang tidak punya bisnis riil. Jadi, kenapa beliau punya banyak aset? Kalau bukan karena korupsi, apa?"
Koyem juga menyinggung masa jabatan Shalahuddin sebelumnya sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi. Ia mendesak agar harta kekayaan Shalahuddin diperiksa oleh aparat penegak hukum. "Saat menjabat Kadis PUPR Provinsi saja sudah diduga korupsi, apalagi kalau jadi Bupati. Mohon Pak Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) untuk mengaudit harta kekayaan Shalahuddin," tambahnya dalam komentar.
Pernyataan ini muncul di tengah suasana politik lokal yang masih hangat pasca-Pilkada dan PSU, di mana Shalahuddin berhasil memenangkan pemilihan.
Unggahan tersebut langsung memicu reaksi beragam dari warganet. Meskipun ada yang setuju, banyak juga yang mengkritik balik Koyem, mengingat ia juga pernah menjabat bupati selama dua periode. Salah satu komentar bertanya, "Koyem Nadalsyah, apakah harta Anda saat menjabat bupati dua periode sudah diaudit?"
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus dibagikan dan dikomentari. Polemik ini menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi harta kekayaan para pejabat publik, serta mendesak adanya pemeriksaan yang jujur dan independen.
RI
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















