Viral di Media Sosial, H. Koyem Singgung Bupati H. Shalahuddin

Potret kalteng 15 Okt 2025, 16:23:23 WIB Barito Utara
Viral di Media Sosial, H. Koyem Singgung Bupati H. Shalahuddin

Keterangan Gambar : Foto H. Nadalsyah





Baca Lainnya :

MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM– Media sosial dihebohkan oleh pernyataan H. Nadalsyah, mantan Bupati Barito Utara (Barut) dua periode (2013–2023) yang akrab disapa Koyem. Melalui akun Facebook-nya, Koyem menyampaikan kritik mengenai asal-usul aset yang dimiliki Bupati Barito Utara terpilih (hasil Pemungutan Suara Ulang atau PSU), Shalahuddin.


Pernyataan Koyem Nadalsyah, yang kini menjadi perhatian publik, secara tersirat mempertanyakan sumber kekayaan Shalahuddin. Hal ini didasari pada latar belakang Shalahuddin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri.

Dalam unggahan yang diunggah, Koyem menulis:

"Shalahuddin, kalau kamu mencari kekurangan orang lain pasti mudah, tapi kalau mencari kekurangan kamu sendiri pasti tidak bisa. Di sini kita menganalisa, Shalahuddin adalah seorang ASN yang tidak punya bisnis riil. Jadi, kenapa beliau punya banyak aset? Kalau bukan karena korupsi, apa?"


Koyem juga menyinggung masa jabatan Shalahuddin sebelumnya sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi. Ia mendesak agar harta kekayaan Shalahuddin diperiksa oleh aparat penegak hukum. "Saat menjabat Kadis PUPR Provinsi saja sudah diduga korupsi, apalagi kalau jadi Bupati. Mohon Pak Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) untuk mengaudit harta kekayaan Shalahuddin," tambahnya dalam komentar.

Pernyataan ini muncul di tengah suasana politik lokal yang masih hangat pasca-Pilkada dan PSU, di mana Shalahuddin berhasil memenangkan pemilihan.


Unggahan tersebut langsung memicu reaksi beragam dari warganet. Meskipun ada yang setuju, banyak juga yang mengkritik balik Koyem, mengingat ia juga pernah menjabat bupati selama dua periode. Salah satu komentar bertanya, "Koyem Nadalsyah, apakah harta Anda saat menjabat bupati dua periode sudah diaudit?"

Hingga saat ini, unggahan tersebut terus dibagikan dan dikomentari. Polemik ini menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi harta kekayaan para pejabat publik, serta mendesak adanya pemeriksaan yang jujur dan independen.


RI







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment