- Program Satu Miliar Satu Desa Wujudkan Jalan Lebih Layak di Tarung Manuah
- Operasi Antik Telabang 2026, Polres Kapuas Amankan satu orang Terduga Pengedar Sabu di Kapuas Timur
- Satresnarkoba Polres Kapuas Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Pulau Petak
- Laka Lantas di Jalan Trans Kalimantan Pulau Petak, Korban Jalani Perawatan di RSUD Kapuas
- ESDM Kalteng Terima Kunker ESDM Kepri, Perkuat Tata Kelola Penetapan Harga Mineral
- Dinkes Kalteng Kawal Percepatan PPK-BLUD RS Kelas D Pratama Pujon
- Pemprov Kalteng Hadiri Rapat Banggar DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
- Pemkab Kapuas Susun Perbup untuk Perkuat Iklim Investasi Daerah
- Harga LPG 3 Kg di Kapuas Capai Rp40 Ribu, Warga Harap Ada Solusi
- Asisten II Setda Kapuas Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Program Strategis Nasional Secara Virtu
Ketua GMNI Kalteng Maulana Uger: Jangan Korbankan Kedaulatan Rakyat Demi Efisiensi Politik

Keterangan Gambar : Ketua GMNI Kalteng, Maulana
Baca Lainnya :
- Panen Sawit di Lahan Bersertifikat, Tiga Petani Jalani Proses Hukum di Kasongan0
- Unit Resmob Polres Kapuas Ungkap Kasus Penadahan, Satu Pelaku Diamankan di Banjarmasin0
- Unit Resmob Polres Kapuas Amankan Dua Pria Terkait Kasus Curanmor0
- Wabup Bartim : Olahraga Menembak Jadi Sarana Pembentukan Karakter Pelajar Barito Timur0
- Pemko Palangka Raya Bergerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan Simpang Tambun Bungai - A. Yani0
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM– Wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai reaksi kritis dari aktivis mahasiswa di daerah.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Kalimantan Tengah, Maulana Uger, S.T., secara tegas memperingatkan agar pemerintah tidak menjadikan isu efisiensi anggaran sebagai dalih untuk mengkhianati kedaulatan rakyat.
GMNI Kalteng menilai isu Pilkada melalui DPRD bukan sekadar persoalan teknis elektoral, melainkan menyentuh esensi fundamental demokrasi lokal yang telah diperjuangkan sejak era Reformasi 1998.
Dalam pandangan resminya, Maulana Uger menyoroti bahwa Pilkada langsung adalah salah satu capaian terpenting yang memberikan hak penuh kepada rakyat untuk menentukan pemimpin eksekutif di daerah, sekaligus menjadi sarana pendidikan politik dan kontrol kekuasaan.
Maulana mengakui adanya masalah pada Pilkada langsung, seperti biaya yang tinggi dan potensi konflik. Namun, ia mempertanyakan apakah perubahan sistem akan menyelesaikan masalah ini.
"Persoalan mendasar yang perlu dikaji adalah: apakah mengganti mekanisme pemilihan akan secara otomatis menyelesaikan persoalan tersebut? Atau justru berpotensi memindahkan masalah dari ruang publik ke ruang politik elite yang lebih tertutup?" tegas Maulana.
Menurut Maulana, demokrasi tidak hanya berbicara tentang efisiensi, tetapi juga tentang partisipasi, legitimasi, dan akuntabilitas. Kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat memiliki mandat publik yang tak tertandingi, yang menjadi sumber kekuatan moral dan politik untuk bertanggung jawab langsung kepada masyarakat.
Jika Pilkada dikembalikan ke DPRD, legitimasi politik akan bergeser ke ruang representasi. Konsekuensinya, kepala daerah berpotensi lebih bertanggung jawab kepada konfigurasi politik di parlemen dibandingkan kepada konstituennya secara langsung.
DPD GMNI Kalteng menekankan bahwa permasalahan Pilkada—termasuk politik uang, konflik, dan biaya politik yang mahal—tidak dapat disederhanakan sebagai kegagalan sistem pemilihan langsung semata.
"Permasalahan ini lebih berkaitan dengan lemahnya penegakan hukum, rendahnya pendidikan politik, serta belum tuntasnya reformasi partai politik," jelas Maulana.
Oleh karena itu, alih-alih mengubah sistem Pilkada, GMNI Kalteng mendesak pemerintah dan lembaga terkait untuk memfokuskan energi pada pembenahan struktural, meliputi:
Penguatan regulasi dan penegakan hukum pemilu secara tegas.
Reformasi pendanaan politik untuk transparansi.
Pendidikan politik yang berkelanjutan bagi warga.
Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas partai politik.
Tidak Boleh Mengulang Sejarah Elitis
Maulana Uger menutup pandangannya dengan mengingatkan bahwa Reformasi 1998 adalah koreksi atas praktik politik yang elitis dan sentralistik.
"Wacana Pilkada melalui DPRD perlu dikaji dengan pendekatan historis agar tidak menjadi langkah mundur yang mengulang pola lama dengan kemasan baru," katanya.
"Demokrasi yang matang bukan demokrasi yang takut pada rakyat, melainkan demokrasi yang percaya pada kapasitas rakyat. Setiap kebijakan politik harus memastikan bahwa kedaulatan rakyat tetap menjadi prinsip utama," pungkas Ketua DPD GMNI Kalteng tersebut.
RT
Berita Utama
-
Laka Lantas di Jalan Trans Kalimantan Pulau Petak, Korban Jalani Perawatan di RSUD Kapuas
Laka Lantas di Jalan Trans Kalimantan Pulau Petak, Korban Jalani Perawatan di RSUD Kapuas
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kapuas menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan . . .
-
Satresnarkoba Polres Kapuas Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Pulau Petak
Satresnarkoba Polres Kapuas Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Pulau Petak
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Pulau . . .
-
Operasi Antik Telabang 2026, Polres Kapuas Amankan satu orang Terduga Pengedar Sabu di Kapuas Timur
Operasi Antik Telabang 2026, Polres Kapuas Amankan satu orang Terduga Pengedar Sabu di Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu dalam rangka . . .
-
Program Satu Miliar Satu Desa Wujudkan Jalan Lebih Layak di Tarung Manuah
Program Satu Miliar Satu Desa Wujudkan Jalan Lebih Layak di Tarung Manuah
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Pekerjaan semenisasi jalan di kawasan Desa Tarung Manuah, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, melalui Program Lewu Bersinar telah . . .
-
Pemprov Kalteng Hadiri Rapat Banggar DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
Pemprov Kalteng Hadiri Rapat Banggar DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang . . .

















