- Sabet Peringkat 4 Nasional, IPEMI Kalteng Siap Jadi Pelaksana Teknis Rakernas 2027
- Komisi II DPR RI Soroti Kawasan Hutan, Reforma Agraria Kalteng Perlu Percepatan
- UMPR Jawab Kebutuhan Daerah, Ribuan SDM Pertanian Siap Ditempa
- Wagub Kalteng Dorong Lulusan UMPR Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
- Ikrar Zero Halinar Digelorakan, Lapas di Kalteng Ditekan Bersih dari HP Ilegal, Pungli, dan Narkoba
- HUT ke-69 Kalteng Dipastikan Siap, Aman, dan Semarak
- Sinergi Proyek 3 Juta Rumah, DPD REI Kalteng Serahkan Bantuan Renovasi RTLH Senilai Rp200 Juta
- OJK Laporkan Penyaluran Pinjol Nasional Tembus Rp100,69 Triliun, Sektor Perseorangan Mendominasi
- Sidang Gugatan Warga Terhadap Pemprov Kalteng Ditunda, Jefriko Seran : Tergugat Swasta Mangkir
- Bupati Kapuas Targetkan PDAM Raup Laba Rp5 Miliar pada 2026
TBBR Kalteng Soroti Juara Karnaval FBIM yang Dinilai Tak Mewakili Budaya Lokal

Keterangan Gambar : Foto bersama Anggota TBBR
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah. Festival ini seharusnya menjadi wadah untuk menampilkan dan melestarikan budaya lokal, khususnya adat dan tradisi suku Dayak sebagai identitas utama Kalimantan Tengah.
Namun, pelaksanaan karnaval budaya dalam rangkaian FBIM tahun ini menuai kritik tajam. Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Tengah menyoroti keputusan panitia yang menetapkan kebudayaan luar sebagai juara umum, alih-alih budaya Dayak.
Baca Lainnya :
- Eksis Kembali, TBBR Kalteng Ikut Andil Meriahkan Festival FBIM Serta Upacara Hari Jadi Kalteng Ke-680
- Antisipasi Karhutla, PT NAL dan Warga Desa Beruta Bentuk Masyarakat Peduli Api0
- Bupati Gumas Serahkan SK CPNS dan Beri Pesan untuk Para Peserta CPNS0
- Dukung Penurunan Stunting, Polres Kapuas Gelar Gebyar Posyandu Presisi 20250
- Penemuan Mayat Operator Pompa di Perkebunan Sawit PT. Global Agung Lestari, Diduga Tenggelam0
Ketua DPD TBBR Kabupaten Katingan, Ellie U. Sujad, menyayangkan hasil penilaian tersebut. Ia menilai keputusan itu berpotensi memadamkan semangat pelestarian budaya lokal yang selama ini diperjuangkan banyak pihak.
“Festival Budaya Isen Mulang itu seharusnya jadi ajang menggali, memelihara, dan melestarikan budaya Dayak. Kalau seperti ini, lebih baik diganti saja namanya jadi ‘Festival Budaya Umum’,” kritik Ellie.
Menurutnya, keikutsertaan budaya luar bukanlah masalah selama mereka hanya berperan sebagai partisipan, bukan peserta yang dinilai. “Bukan kita fanatik, tapi harus tahu tempat dan konteks. Ini kan ajang khusus budaya Dayak. Kalau budaya luar ikut, cukup untuk memeriahkan saja, bukan jadi juara,” tegasnya.
Ketua DPW TBBR Kalteng, Agusta Rachman, S.T., turut angkat bicara. Ia menekankan bahwa kegiatan bertema budaya Dayak seharusnya memiliki konsistensi antara nama, tujuan, dan hasil kegiatan.
“Pemerintah daerah semestinya peka. Karnaval ini mengusung nama Isen Mulang, yang secara makna mengarah pada kebudayaan lokal. Jika juaranya justru bukan budaya lokal, itu menunjukkan ada kesenjangan dan kekeliruan dalam pelaksanaannya,” ujar Agusta.
Ia menambahkan bahwa ini bukan masalah sentimen semata, melainkan persoalan prinsip. “Ini bukan soal perasaan, tapi soal identitas. Kalau pemerintah daerah terus seperti ini, kita perlahan kalah dalam mempertahankan budaya kita sendiri,” tambahnya.
Urbanus, Ketua DPD TBBR Kabupaten Gunung Mas, menyampaikan pendapat serupa. Ia menilai FBIM sebagai kegiatan yang sakral dan seharusnya menjadi ruang khusus untuk menampilkan keunikan budaya Dayak.
“Festival ini bertujuan mengangkat dan melestarikan budaya lokal. Kalau yang ditonjolkan budaya luar, lalu di mana letak penghargaan kita terhadap warisan leluhur?” katanya.
Sekretaris TBBR Kalteng, Daniel Olan, juga mengingatkan agar kejadian seperti ini tidak menjadi hal yang dibiasakan. Ia menyebut bahwa upaya menghargai budaya lain jangan sampai mengorbankan semangat menjaga budaya sendiri.
“Kita khawatir akan ada pembenaran terhadap akulturasi yang berlebihan. Budaya luar boleh hadir, tapi bukan untuk mengaburkan jati diri kita. Pemerintah dan panitia harus lebih selektif dan bijak dalam menentukan konsep dan arah acara,” pungkas Daniel.
TBBR berharap kritik ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dan panitia pelaksana. Ke depan, mereka berharap kegiatan seperti FBIM benar-benar menjadi ruang sakral yang konsisten dalam mengangkat budaya Dayak sebagai identitas utama Kalimantan Tengah.
RH
Berita Utama
-
Sabet Peringkat 4 Nasional, IPEMI Kalteng Siap Jadi Pelaksana Teknis Rakernas 2027
Sabet Peringkat 4 Nasional, IPEMI Kalteng Siap Jadi Pelaksana Teknis Rakernas 2027
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Kalimantan Tengah menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. . . .
-
OJK Laporkan Penyaluran Pinjol Nasional Tembus Rp100,69 Triliun, Sektor Perseorangan Mendominasi
OJK Laporkan Penyaluran Pinjol Nasional Tembus Rp100,69 Triliun, Sektor Perseorangan Mendominasi
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM – Lonjakan angka pinjaman online (pinjol) di Indonesia kini telah mencapai titik sejarah baru dengan total outstanding piutang sebesar . . .
-
Sidang Gugatan Warga Terhadap Pemprov Kalteng Ditunda, Jefriko Seran : Tergugat Swasta Mangkir
Sidang Gugatan Warga Terhadap Pemprov Kalteng Ditunda, Jefriko Seran : Tergugat Swasta Mangkir
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengadilan Negeri Palangka Raya kembali memutuskan untuk menunda persidangan gugatan warga negara (citizen law suit) terhadap . . .
-
HUT ke-69 Kalteng Dipastikan Siap, Aman, dan Semarak
HUT ke-69 Kalteng Dipastikan Siap, Aman, dan Semarak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat . . .
-
Sinergi Proyek 3 Juta Rumah, DPD REI Kalteng Serahkan Bantuan Renovasi RTLH Senilai Rp200 Juta
Sinergi Proyek 3 Juta Rumah, DPD REI Kalteng Serahkan Bantuan Renovasi RTLH Senilai Rp200 Juta
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui . . .
















