- Perkuat Sinergi Kepemudaan, PW Sapma PP Kalteng Gelar Silaturahmi dengan Ketua DPRD Kota Palangka Ra
- DPRD dan Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Regulasi Penanaman Modal untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
- Kerja Sama Pemprov Kalteng–BULOG Diharapkan Turunkan Tekanan Harga Pangan 2026
- Unik ! KNPI Barito Utara Fasilitasi Mobil Operasional untuk Program Nikah Gratis Bagi Para Pemuda
- Penurunan APBD 2026, Kalteng Tekankan Efisiensi dan Fokus pada Pelayanan Publik
- Pemprov Kalteng Susun Ranwal RKPD 2027, Paparkan 8 Prioritas Pembangunan
- Polres Barsel Selidiki Penemuan Tiga Jenazah di Areal PT MUTU, Masyarakat Pertanyaakn Standar Keaman
- Gerebek Rumah di Muara Dadahup, Satresnarkoba Polres Kapuas Amankan 14,96 Gram Sabu
- Tertib Administrasi, Pemkab Kapuas Gelar Survei Lapangan Batas Desa di Basarang dan Kapuas Barat
- Wakapolda Kalteng Beri Arahan dan Motivasi Personel Biroops
TBBR Kalteng Soroti Juara Karnaval FBIM yang Dinilai Tak Mewakili Budaya Lokal

Keterangan Gambar : Foto bersama Anggota TBBR
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah. Festival ini seharusnya menjadi wadah untuk menampilkan dan melestarikan budaya lokal, khususnya adat dan tradisi suku Dayak sebagai identitas utama Kalimantan Tengah.
Namun, pelaksanaan karnaval budaya dalam rangkaian FBIM tahun ini menuai kritik tajam. Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Tengah menyoroti keputusan panitia yang menetapkan kebudayaan luar sebagai juara umum, alih-alih budaya Dayak.
Baca Lainnya :
- Eksis Kembali, TBBR Kalteng Ikut Andil Meriahkan Festival FBIM Serta Upacara Hari Jadi Kalteng Ke-680
- Antisipasi Karhutla, PT NAL dan Warga Desa Beruta Bentuk Masyarakat Peduli Api0
- Bupati Gumas Serahkan SK CPNS dan Beri Pesan untuk Para Peserta CPNS0
- Dukung Penurunan Stunting, Polres Kapuas Gelar Gebyar Posyandu Presisi 20250
- Penemuan Mayat Operator Pompa di Perkebunan Sawit PT. Global Agung Lestari, Diduga Tenggelam0
Ketua DPD TBBR Kabupaten Katingan, Ellie U. Sujad, menyayangkan hasil penilaian tersebut. Ia menilai keputusan itu berpotensi memadamkan semangat pelestarian budaya lokal yang selama ini diperjuangkan banyak pihak.
“Festival Budaya Isen Mulang itu seharusnya jadi ajang menggali, memelihara, dan melestarikan budaya Dayak. Kalau seperti ini, lebih baik diganti saja namanya jadi ‘Festival Budaya Umum’,” kritik Ellie.
Menurutnya, keikutsertaan budaya luar bukanlah masalah selama mereka hanya berperan sebagai partisipan, bukan peserta yang dinilai. “Bukan kita fanatik, tapi harus tahu tempat dan konteks. Ini kan ajang khusus budaya Dayak. Kalau budaya luar ikut, cukup untuk memeriahkan saja, bukan jadi juara,” tegasnya.
Ketua DPW TBBR Kalteng, Agusta Rachman, S.T., turut angkat bicara. Ia menekankan bahwa kegiatan bertema budaya Dayak seharusnya memiliki konsistensi antara nama, tujuan, dan hasil kegiatan.
“Pemerintah daerah semestinya peka. Karnaval ini mengusung nama Isen Mulang, yang secara makna mengarah pada kebudayaan lokal. Jika juaranya justru bukan budaya lokal, itu menunjukkan ada kesenjangan dan kekeliruan dalam pelaksanaannya,” ujar Agusta.
Ia menambahkan bahwa ini bukan masalah sentimen semata, melainkan persoalan prinsip. “Ini bukan soal perasaan, tapi soal identitas. Kalau pemerintah daerah terus seperti ini, kita perlahan kalah dalam mempertahankan budaya kita sendiri,” tambahnya.
Urbanus, Ketua DPD TBBR Kabupaten Gunung Mas, menyampaikan pendapat serupa. Ia menilai FBIM sebagai kegiatan yang sakral dan seharusnya menjadi ruang khusus untuk menampilkan keunikan budaya Dayak.
“Festival ini bertujuan mengangkat dan melestarikan budaya lokal. Kalau yang ditonjolkan budaya luar, lalu di mana letak penghargaan kita terhadap warisan leluhur?” katanya.
Sekretaris TBBR Kalteng, Daniel Olan, juga mengingatkan agar kejadian seperti ini tidak menjadi hal yang dibiasakan. Ia menyebut bahwa upaya menghargai budaya lain jangan sampai mengorbankan semangat menjaga budaya sendiri.
“Kita khawatir akan ada pembenaran terhadap akulturasi yang berlebihan. Budaya luar boleh hadir, tapi bukan untuk mengaburkan jati diri kita. Pemerintah dan panitia harus lebih selektif dan bijak dalam menentukan konsep dan arah acara,” pungkas Daniel.
TBBR berharap kritik ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dan panitia pelaksana. Ke depan, mereka berharap kegiatan seperti FBIM benar-benar menjadi ruang sakral yang konsisten dalam mengangkat budaya Dayak sebagai identitas utama Kalimantan Tengah.
RH
Berita Utama
-
Kerja Sama Pemprov Kalteng–BULOG Diharapkan Turunkan Tekanan Harga Pangan 2026
Kerja Sama Pemprov Kalteng–BULOG Diharapkan Turunkan Tekanan Harga Pangan 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menjalin kerja sama dengan Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Tengah sebagai langkah . . .
-
DPRD dan Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Regulasi Penanaman Modal untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
DPRD dan Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Regulasi Penanaman Modal untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Tengah menggelar rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membahas . . .
-
Perkuat Sinergi Kepemudaan, PW Sapma PP Kalteng Gelar Silaturahmi dengan Ketua DPRD Kota Palangka Ra
Perkuat Sinergi Kepemudaan, PW Sapma PP Kalteng Gelar Silaturahmi dengan Ketua DPRD Kota Palangka Ra
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah melakukan kunjungan . . .
-
Pemprov Kalteng Susun Ranwal RKPD 2027, Paparkan 8 Prioritas Pembangunan
Pemprov Kalteng Susun Ranwal RKPD 2027, Paparkan 8 Prioritas Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) menggelar . . .
-
Penurunan APBD 2026, Kalteng Tekankan Efisiensi dan Fokus pada Pelayanan Publik
Penurunan APBD 2026, Kalteng Tekankan Efisiensi dan Fokus pada Pelayanan Publik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menghadapi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar . . .















