- Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Anggota DPRD Barito Utara Desak Perbaikan Segera
- Kabar Duka, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kapuas Jhon Pita Kadang Meninggal Dunia
- Digugat Terkait Isu Papan Tulis Interaktif, Gubernur Kalteng Hormati Proses Hukum
- Bupati Wiyatno Lepas Ratusan Rider Trail Adventure, Ajang Silaturahmi dan Olahraga Positif
- Modus Pura-Pura Mogok, Pencuri Motor di Kapuas Ringkus Tim Resmob Usai Tipu Mahasiswa
- Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
- Transformasi Paradigma Hukum Pidana Indonesia: Dari Keadilan Retributif Menuju Keadilan Korektif dan
- Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
- Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
- 40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
Pemko Palangkaraya Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kilogram, Sediakan 200 Tabung

Potretkalteng.com - Palangka Raya – Menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang kian dirasakan masyarakat, Pemerintah Kota Palangkaraya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) menggelar operasi pasar pada Selasa (17/9/2024). Acara ini dilangsungkan di Jalan G. Obos, Palangkaraya, dengan menyediakan sebanyak 200 tabung gas elpiji bersubsidi yang dijual dengan harga Rp 22.000 per tabung.
Fajar Bahkti, Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Palangkaraya, mengatakan bahwa operasi pasar ini dilakukan untuk meredakan keresahan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji. "Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di tengah melonjaknya permintaan," ujar Fajar.
Baca Lainnya :
- Dinsos Gelar Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan di Palangkaraya0
- GKPS Palangkaraya Peringati 121 Tahun Masuknya Injil di Tanah Simalungun0
- 50,6 KG Sabu Hasil Pengungkapan Kasus di Lamandau Dimusnahkan0
- Dorong Iklim Investasi Sehat, Apindo Apresiasi 5 Program Unggulan Agustiar-Edy0
- Kasus Penemuan Mayat Bayi di Kuala Kuayan Kotim, Pelaku Seorang Remaja 0
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini disebabkan oleh lonjakan permintaan yang tidak seimbang dengan pasokan di pasaran, terutama menjelang berbagai perayaan dan kebutuhan rumah tangga yang meningkat. Pemko Palangkaraya bergerak cepat dengan mengadakan operasi pasar sebagai langkah darurat untuk mengatasi permasalahan ini.
Dalam operasi pasar kali ini, sebanyak 200 tabung gas elpiji dijual kepada masyarakat secara langsung dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp 22.000 per tabung. Harga ini lebih murah dari harga pasaran yang bisa mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung akibat kelangkaan.
"Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dan ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan gas elpiji tetap stabil," tambah Fajar.
Operasi pasar ini mendapat respons positif dari masyarakat Palangkaraya. Warga tampak antusias dan tertib mengantri untuk mendapatkan gas elpiji dengan harga bersubsidi. Salah satu warga, Siti, yang datang sejak pagi, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini.
"Gas di warung-warung langka dan mahal. Syukurlah ada operasi pasar dari pemerintah, jadi kami bisa beli dengan harga murah," ujarnya.
Selain mengadakan operasi pasar, Pemko Palangkaraya juga berupaya untuk menjaga stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya, termasuk gas elpiji. Melalui pengawasan dan distribusi yang lebih ketat, Pemko berharap dapat mengantisipasi lonjakan harga yang sering terjadi akibat kelangkaan.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan distributor agar pasokan gas elpiji 3 kilogram tetap lancar. Langkah-langkah pengawasan akan diperketat, terutama di tingkat pengecer, untuk mencegah spekulan yang mencoba mengambil keuntungan dari kelangkaan," jelas Fajar.
Pemko Palangkaraya berkomitmen untuk terus menggelar operasi pasar jika situasi kelangkaan gas elpiji masih berlanjut. "Operasi pasar ini bukan yang terakhir. Kami akan terus melakukan monitoring dan, jika diperlukan, akan kembali mengadakan operasi serupa di wilayah-wilayah yang terdampak," pungkas Fajar.
Operasi pasar seperti ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sembari pemerintah mengupayakan pasokan yang lebih stabil ke depannya. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap membeli gas elpiji sesuai kebutuhan, agar distribusi berjalan dengan baik dan adil.
---
Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini mengenai isu-isu penting di Kota Palangkaraya, ikuti terus PotretKalteng.com!
Berita Utama
-
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Anggota DPRD Barito Utara Desak Perbaikan Segera
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Anggota DPRD Barito Utara Desak Perbaikan Segera
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, melakukan tinjauan lapangan ke lokasi tanah longsor yang mengancam keberadaan tower . . .
-
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 18 April 2026. Penyesuaian ini mencakup sejumlah . . .
-
40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus membenahi program strategis daerah, salah satunya bantuan sosial Kartu Huma Betang . . .
-
Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan temu wartawan bersama organisasi pers sebagai upaya mempererat sinergi . . .
-
Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
MAGELANG, POTRETKALTENG.COM – Sebanyak 478 pimpinan parlemen daerah dari seluruh Indonesia berkumpul di Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk mengikuti agenda . . .

















