- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Pelaku Usaha Tanaman Anggrek Tanduk Rusa Sesalkan Sikap BKSDA Kalteng
Tim Redaksi

POTRETKALTENG.COM - PALANGKA RAYA - Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah tentunya mempunyai banyak sumber daya alam didalamnya, salah satunya adalah tumbuhan liar jenis paku yang disebut tanduk rusa yang sangat diminati pelangganya baik dalam negeri hingga luar negeri.
Namun salah satu Pelaku usaha petani Anggrek Tanduk Rusa yang sudah menjalankan aktifitasnya kurang lebih 4 tahun, Ersa Nugraha, S.H kali ini menyayangkan sikap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng yang menghentikan pengiriman dari para pelaku usaha dengan alasan para pelaku usaha belum memiliki izin angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri.
"Kami dihentikan pengiriman anggrek tanduk Rusa dengan alasan Harus ada SATS-Dn (Surat Angkut Tunbuhan dan Satwa Dalam Negeri), Sedangkan selama ini proses pengiriman Anggrek Tanduk Rusa sudah berlangsung 3-4 tahun lamanya, kenapa baru sekarang?"ungkapnya sambil bertanya.
Baca Lainnya :
- Ketua Umum DPP PA GMNI Tekankan Nilai Persatuan Dalam Bumi Pancasila0
- Sekda Kalteng Hadiri Tabligh Akbar Bersama Guru Sufian Al-Banjari di Palangka Raya0
- Sekda Kalteng Buka Rekonsiliasi Mandiri Penggunaan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi Tahun 20220
- DPKUKMP Kota Palangka Raya Sidak Pengecer Lpg 3kg di Kalampangan0
- Jenazah Kasi Intel Korem 102/Panju Panjung Diterbangkan ke Sukabumi0
Ersa menambahkan bahwa BKSDA baru muncul dengan berbagai macam aturan yang di taati selama ini.
"kemana Selama ini BKSDA? Seharusnya pihak BKSDA harus melakukan sosialisasi terkait aturan yang mereka maksud, harus ada SATS-DN jangan langsung main cekal untuk pengiriman"tambahnya.
Ersa juga sangat menyayangkan, bahwa dia ada menghubungi salah satu pegawai BKSDA pada Minggu (7/5/23) namun hanya sampai pada pengenalan nama, dirinya langsung mendapatkan balasan "saya hanya melayani pada jam kerja"
"Padahal saya niat hanya untuk memperkenalkan diri, dan mungkin untuk pertanyaan lebih dalam juga akan saya tanyakan di jam kerja"ungkapnya.
Tindak lanjut dari kejadian ini, Ersa Nugraha berencana akan membawa ke Ombudsman RI perwakilan Kalteng.
Sampai dengan berita ini diturunkan, belum ada melakukan Konfirmasi dengan Pihak BKSDA Kalteng (Red)
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















