- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Miris ! Sorang Mahasiswi Diduga Jadi Korban Mesum Oknum Dosen.
Tim Redaksi
.jpeg)
Keterangan Gambar : Illustrasi
Potretkalteng.com - Palangka Raya - Nasib miris dialami oleh seorang Mahasiswi sebut saja Mawar yang diduga malah menjadi korban mesum oknum Dosen di Universitas Palangka Raya.
Kasus dugaan kekerasan atau pelecehan seksual sudah sering terjadi di Kota Palangka Raya, namun kali ini ironisnya dilakukan oleh seorang Oknum Dosen di Universitas Palangka Raya (UPR)
Mawar merupakan seorang Mahasiswi angkatan 2021 yang menurut info yang berhasil dihimpun merupakan seorang Mahasiswi kuliah di FKIP UPR dan berasal dari luar Kalimantan.
Baca Lainnya :
- Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng Pimpin Pelantikan dan Sumpah Jabatan Kejari Gunung Mas0
- Setingkat Lebih Tinggi, Wakapolda Kalteng Naik Pangkat Bintang Dua0
- Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Gratiskan 200 Paket Sembako Kepada Masyarakat 0
- Gubernur Kalteng Sambangi Pasar Simpang Sebabi Kecamatan Telawang Kabupaten Kotim 0
- Pedagang dan Masyarakat Antusias Ikuti Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Pasar Besar 0
Keterangan yang didapat dari Kepolisian pada Selasa 27 September 2022 memang ada laporan terkait dugaan kekerasan atau pelecehan yang diterima awal bulan September 2022, namun hingga sekarang masih dalam proses penyelidikan.
Sementara ketika dihubungi via handphone, Selasa 27 September 2022 salah seorang staff atau pegawai Rektorat UPR mengatakan akan menulusuri kebenaran info ini.
"Beri saya waktu untuk menelusuri kebenaran informasi terkait dugaan kasus pelecehan oleh Oknum Dosen UPR, nanti akan kami beritahukan hasilnya" ucap salah seorang Pegawai Rektorat UPR yang enggan namanya disebut.
Dari informasi yang didapat keberadaan Mahasiswi yang diduga menjadi korban perlakuan tidak senonoh oleh Oknum Dosen UPR tersebut masih belum diketahui.(red)
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















