- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Menggunakan Perahu Klotok, Gubernur Kalteng Sambangi Warga Bantaran Sungai Arut yang Terdampak Banji
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyambangi warga Bantaran Sungai Arut
Potretkalteng.com - Pangkalan Bun - Dengan menggunakan perahu klotok, Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran beserta Ketua TP. PKK Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran dan Anggota DPR RI H. Agustiar Sabran menyusuri Sungai Arut Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (28/10/2022).
Peninjauan menggunakan perahu klotok tersebut untuk memastikan perkembangan kondisi banjir yang melanda khususnya masyarakat yang mendiami bantaran Sungai Arut.
Selanjutnya Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meninjau lokasi Pasar Tradisional Indrasari di Pangkalan Bun, sembari memberikan dukungan moril kepada para korban bencana banjir, dan memberikan bantuan permodalan secara pribadi kepada beberapa pedagang yang terdampak.
Baca Lainnya :
- Melalui Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Sigit Yunanto : Bersatu Membangun Bangsa0
- Ketua RT.03 RW. 9 Panarung Terima Pelaksanaan KKN di Lingkungannya0
- Peringati Momen Hari Sumpah Pemuda, Rektor UPR Resmikan Nama PSM Laksana Swara0
- Momentum 94 Tahun Sumpah Pemuda, Sapma PP Kalteng Tegaskan Pemuda Harus Bersatu Lawan Upaya Perpecah0
- Momentum 94 Tahun Sumpah Pemuda, Sapma PP Kalteng Tegaskan Pemuda Harus Bersatu Lawan Upaya Perpecah0
Hujan yang terus menurus terjadi di Kota Pangkalan Bun membuat Pasar Tradisonal Indrasari banjir dengan ketinggian mulai 30 hingga 60 sentimeter. Akibatnya, aktivitas perekonomian di pasar pun terganggu. Dari pantauan di lapangan sebagian pedagang ada yang tetap berdagang terutama pedagang sayur, meskipun dengan lokasi yang tidak memadai, karena lokasi pasar terendam banjir.
Gubernur juga menegaskan dirinya akan selalu berusaha untuk hadir saat tanggap darurat bencana alam dan hadir kembali pasca tanggap darurat.
“Tetap bersabar dan jangan lupa berdoa agar bencana banjir ini segera berakhir, dan Pemerintah selalu hadir bersama Bapak dan Ibu, apalagi di saat rakyat menderita karena bencana seperti ini,” pungkasnya.
(Alfian)
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















