- Kabar Duka, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kapuas Jhon Pita Kadang Meninggal Dunia
- Digugat Terkait Isu Papan Tulis Interaktif, Gubernur Kalteng Hormati Proses Hukum
- Bupati Wiyatno Lepas Ratusan Rider Trail Adventure, Ajang Silaturahmi dan Olahraga Positif
- Modus Pura-Pura Mogok, Pencuri Motor di Kapuas Ringkus Tim Resmob Usai Tipu Mahasiswa
- Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
- Transformasi Paradigma Hukum Pidana Indonesia: Dari Keadilan Retributif Menuju Keadilan Korektif dan
- Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
- Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
- 40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
- Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Legislator ini Kecam Perbuatan Kakek Bejat Hamili Anak Tirinya
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Fraksi PPP, Noni Ermawati, SP
POTRETKALTENG.COM - KAPUAS - Perbuatan bejat seorang kakek yang dilakukan oleh seorang kakek berusia (71 tahun) yang dilakukan terhadap anak tirinya hingga hamil 8 bulan di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat kecaman dari salah seorang legislator dari wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, yakni Noni Ermawati, SP.
" Sungguh ini perbuatan yang sangat tidak bermoral laksana binatang, harus diganjar hukuman seberat-beratnya," Kata Noni, di Kuala Kapuas, Rabu (15/3/23).
Legislator dari Partai PPP ini juga menjaskan, hal ini merupakan perbuatan tidak bisa ditolerir, apalagi aksi bejat yang dilakukan terhadap anak tiri yang seharusnya atau sepantasnya sudah dianggap sebagai anak sendiri.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Banyak, Permintaan Bahan Baku Kayu Meningkat0
- Pohon-Pohon Taman Hutan Kota Kapuas Mulai Ditebang0
- Kapolres Kapuas Jumpa Pers Pengungkapan Kasus Pencabulan dan Pembunuhan0
- Seorang Kakek di Kapuas Tega Gauli Anak Tirinya Hingga Hamil 8 Bulan0
- Sekwan Kapuas Akhirnya Definitif0
" Menikahi seorang ibu yang sudah memiliki anak, maka sudah seharusnya juga dianggap sebagai anak sendiri," tegasnya.
Kejadian tersebut merupakan percontohan yang sangat tidak pantas ditiru. Dirinya juga mengapresiasi kepada pihak berwajib dan masyarakat setempat yangmana telah membongkar kelakuan kakek terhadap anak tirinya, yang kini prosesnya sudah ditangani secara hukum oleh Polres Kapuas.
"Agama manapun, tidak membenarkan kelakukan tersebut apalagi negara kita ini adalah negara hukum," Pungkasnya (Red)
Fuad Siddiq
Berita Utama
-
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 18 April 2026. Penyesuaian ini mencakup sejumlah . . .
-
40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus membenahi program strategis daerah, salah satunya bantuan sosial Kartu Huma Betang . . .
-
Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan temu wartawan bersama organisasi pers sebagai upaya mempererat sinergi . . .
-
Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
MAGELANG, POTRETKALTENG.COM – Sebanyak 478 pimpinan parlemen daerah dari seluruh Indonesia berkumpul di Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk mengikuti agenda . . .
-
Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
PALANGKA RAYA, POTRETKALTEG.COM -Hukum pidana tidak lahir di ruang hampa. Ia adalah cerminan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada masanya. Namun, fenomena . . .

















