Janji Penanganan Banjir Jalan Pendreh Belum Terealisasi, Anggota DPRD Barito Utara Kecewa dengan BPJ

Potret kalteng 30 Jun 2026, 22:30:33 WIB DPRD BARITO UTARA
Janji Penanganan Banjir Jalan Pendreh Belum Terealisasi, Anggota DPRD Barito Utara Kecewa dengan BPJ



MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah. 

Baca Lainnya :


Kekecewaan ini muncul lantaran belum adanya tindakan nyata di lapangan untuk mengatasi banjir di kawasan Jalan Pendreh, Muara Teweh, pasca-peninjauan yang dilakukan pihak balai dua minggu lalu.

Padahal sebelumnya, Ketua DPD Partai Nasdem Barito Utara tersebut sempat memberikan apresiasi atas respons cepat BPJN yang langsung turun ke lokasi setelah menerima keluhan warga terkait dampak perbaikan jalan.


"Belum ada penanganan dari balai, sehingga bila hujan, banjir lagi. Tidak sama sekali ada solusinya dalam waktu dekat karena kata pihak balai yang meninjau belum ada dana. Apakah harus seperti itu?" ujar Hj. Nety saat dikonfirmasi, [Selasa 30/06/26].


Menurut Hj. Nety, meski pengaspalan jalan sudah dilakukan, ketiadaan saluran air atau drainase membuat kawasan tersebut tetap menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi. Ia menilai peninjauan yang dilakukan sebelumnya belum membuahkan solusi konkret yang dirasakan masyarakat.


"Memang jalan sudah diaspal tapi tidak ada drainase, tetap saja banjir. Berarti waktu mereka meninjau itu hanya melihat dan tidak ada solusinya," tegasnya.


Ia juga menagih janji perwakilan BPJN, Odier Haituah, yang saat peninjauan menjanjikan akan membuat penanganan darurat atau sementara sembari menunggu solusi jangka panjang. Namun, hingga dua minggu berlalu, janji tersebut dinilai belum ada realisasi.


"Kata Pak Odier hanya bisa dibuat sementara, tapi sampai dua minggu ini tidak ada sama sekali," tambah Hj. Nety.


Komitmen Awal BPJN Kalteng

Dalam pemberitaan sebelumnya, perwakilan BPJN Kalteng, Odier Haituah, sempat menyatakan telah menyiapkan dua tahapan penanganan untuk mengatasi persoalan banjir di lokasi proyek Jalan Pendreh:


-Penanganan Jangka Pendek: Pihak BPJN berkomitmen segera membangun drainase darurat atau sederhana sebagai langkah antisipasi cepat selama masa perbaikan jalan berlangsung.


-Penanganan Jangka Panjang: BPJN akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan drainase permanen pada tahun anggaran berikutnya agar sistem pembuangan air berjalan optimal.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak BPJN Kalimantan Tengah dan perwakilan di lapangan untuk mendapatkan konfirmasi serta klarifikasi lebih lanjut mengenai kendala anggaran dan keterlambatan penanganan darurat di Jalan Pendreh tersebut. (Red)


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment