- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Ini Harapan Pj Bupati Kapuas Pada Rakor Penguatan Lembaga Kedamangan
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi, ST,MT, pada saat Rakor Penguatan Lembaga Kedamangan Kabupaten Kapuas.
Potretkalteng.com - KUALA KAPUAS - Penjabat Bupati (Pj) Bupati Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Erlin Hardi, ST,MT. Pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) penguatan lembaga kedamangan, berharap agar dapat membangun sinergi dan koordinasi yang efektif dengan pemerintah daerah setempat, serta instansi terkait lainnya dalam hal penyelesaian permasalahan.
"Di antaranya hal yang berkaitan dengan permasalahan terkait adat dan budaya kita," kata Erlin, pada saat memimpin Rakor di aula rujab bupati Kapuas, Rabu (25/10/2023).
Ditambahkannya juga, lembaga kedamangan juga harus berperan menjadi perekat serta pemersatu masyarakat di tengah kemajemukan kondisi masyarakat yang ada.
Baca Lainnya :
- DPRD Kapuas Mulai Lakukan Pembahasan KUA PPAS 20240
- Harus Ada Koordinasi Yang Efektif Untuk Pembangunan Desa0
- DPRD Kapuas Menyetujui Raperda Pajak dan Restribusi Daerah Menjadi Perda0
- DPRD Kapuas Akan Segera Menjadwalkan Pembahasan KUA PPAS Tahun 20240
- DPRD Kapuas Menghimbau Masyarakat Agar Bersikap Dewasa Dalam Perbedaan Pilihan Politik0
"Hal ini perlu kita dorong, agar upaya dalam menciptakan suasana daerah agar tetap kondusif, aman, damai dan tertib sesuai dengan falsafah Budaya Huma Betang dan Belom Bahadat," tegasnya.
Hal ini juga, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas nomor 3 Tahun 2015, tentang kelembagaan adat dayak di Kabupaten Kapuas, bahwa asas utama pengaturan kelembagaan adat dayak berlandaskan pada filosofi adat masyarakat Budaya Huma Betang dan Belom Bahadat.
"Di antaranya adalah, untuk sebesar besarnya kepentingan masyarakat adat, keadilan, bertanggung jawab, persatuan, perdamaian, musyawarah dalam mufakat," pungkasnya.
Diketahui, kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas ini, dihadiri oleh DAD Kapuas, beberapa kepala SOPD, para camat, Damang Kepala Adat se Kabupaten Kapuas, perwakilan Mantir Adat, dan Batamad. (Red)
Fuad Siddiq
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















