- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
DPKP Kota Palangka Raya Latih Karyawan SPBU PT. Resbayu Cara Padamkan Api
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Bayu Dwi Handoko ketika bersama 20 Karyawannya saat mengikuti pelatihan pemadaman api
POTRETKALTENG.COM - PALANGKA RAYA – Sekitar 20 karyawan PT Putra Resbayu Jaya mendapatkan pelatihan cara memadamkan api oleh tim Rescue pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Senin (15/5/2023).
Setiap hari mereka bekerja di SPBU Yos Sudarso dan SPBU Rajawali Km 6. Selama ini lokasi SPBU rawan terjadi kebakaran, karena lingkungan terdapat material yang mudah terbakar.
Baca Lainnya :
- Disdukcapil Provinsi Kalteng Gelar Sosialisasi Informasi Pengelolaan Adminduk0
- Wagub Kalteng Buka Forum Koordinasi Peningkatan Reformasi Birokrasi Tahun 20230
- Dinkes Kalteng Gelar Pertemuan Konvergensi Lintas Program dan Lintas Sektor0
- IAIN Palangka Raya Adakan Silahturahmi Nasional DEMA Fakultas Syariah Se-Indonesia0
- Kalteng Bersholawat Akan Menghadirkan Habib Zainal Abidin dan Safari 6 Titik di Kalteng0
Jadi mereka harus dibekali ilmu tentang cara memadamkan api dan jika sewaktu-waktu di tempat mereka bekerja ada terjadi kebakaran, maka mereka sudah bisa mengatasinya sendiri.
Dalam pelatihan ini tim Rescue memperagakan cara memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Kobaran api dengan mudah dipadamkan.
“Dalam simulasi ini tim Rescue sekaligus memperkenalkan layanan call center 112,” tutur Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Gloriana Aden.
Gloriana mengatakan layanan ini harus mereka ketahui karena jika sewaktu-waktu di tempat mereka terjadi musibah, maka mereka bisa segera menghubungi tim 112, sehingga saat itu juga tim akan turun ke lokasi untuk melakukan pertolongan. (Red)
RT
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















