Solusi Antrean SPBU: Sapma PP Kalteng Minta Pemerintah Atur Harga Eceran Tertinggi BBM

Potret kalteng 08 Mei 2026, 21:43:27 WIB Palangka Raya
Solusi Antrean SPBU: Sapma PP Kalteng Minta Pemerintah Atur Harga Eceran Tertinggi BBM

Keterangan Gambar : Ketua Sapma Pemuda Pancasila, Muhammad Enrico Hamlizar Tulis, S.H., M.H




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila meminta pemerintah untuk lebih realistis dalam melihat fenomena pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) di lapangan. Alih-alih melakukan pembatasan yang ketat, pemerintah didorong untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat.

Baca Lainnya :


Ketua Sapma Pemuda Pancasila, Muhammad Enrico Hamlizar Tulis, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa meski istilah "pengecer" tidak dikenal dalam sistem distribusi formal Pertamina, keberadaan mereka merupakan realitas sosial yang tidak bisa diabaikan.


"Bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari jangkauan SPBU, atau pengendara yang enggan mengantre lama, para pengecer adalah penyelamat dan ujung tombak distribusi BBM," ujar Enrico dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5).


Lonjakan Harga di Tingkat Eceran


Urgentnya regulasi ini didasari oleh temuan di lapangan terkait harga BBM eceran yang melambung tinggi. Enrico menyebutkan adanya laporan bahwa harga Pertalite di tingkat eceran mencapai Rp20.000 per liter, sementara Pertamax menyentuh angka Rp25.000 per liter.


Menurutnya, disparitas harga yang terlalu jauh ini sangat membebani masyarakat, namun di sisi lain, masyarakat tidak memiliki pilihan karena keterbatasan akses ke SPBU resmi.


Enrico menawarkan solusi berupa penetapan HET bagi pengecer daripada melakukan pelarangan tanpa memberikan alternatif. Ia memaparkan tiga manfaat utama jika regulasi harga ini diterapkan:


-Kepastian Layanan: Masyarakat di pelosok tetap terlayani dengan harga yang wajar.


-Efisiensi SPBU: Antrean panjang di SPBU dapat terurai karena beban distribusi terbagi ke titik-titik eceran yang legal secara harga.


-Ketertiban Ekonomi: Ekonomi kerakyatan di sektor mikro tetap berjalan dengan tertib dan terawasi.


"Daripada dibatasi tanpa solusi, bukankah lebih bijak jika pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET)? Mari kita bicara tentang solusi agar ekonomi kerakyatan tetap berjalan tertib," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait baik dari BPH Migas maupun Pertamina belum memberikan tanggapan resmi mengenai usulan penetapan HET bagi pedagang BBM eceran tersebut.


ZR







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment