SEMMI Kalteng Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Demi Jaga Independensi dan Marwah Reformasi

Potret kalteng 03 Feb 2026, 19:50:35 WIB Palangka Raya
SEMMI Kalteng Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Demi Jaga Independensi dan Marwah Reformasi

Keterangan Gambar : Ketua Umum SEMMI Kalimantan Tengah, Afan Safrian





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Kalimantan Tengah secara tegas menyatakan sikap menolak wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah struktur kementerian. SEMMI menilai, posisi Polri saat ini yang berada langsung di bawah koordinasi Presiden merupakan langkah krusial untuk menjaga netralitas institusi.


Ketua Umum SEMMI Kalimantan Tengah, Afan Safrian, menegaskan bahwa desain kelembagaan Polri saat ini adalah yang paling ideal guna menjamin stabilitas keamanan nasional sekaligus membentengi kepolisian dari intervensi politik praktis.


“SEMMI Kalimantan Tengah menegaskan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden, bukan di bawah kementerian mana pun. Wacana tersebut berpotensi melemahkan independensi Polri dan membuka ruang politisasi institusi,” ujar Afan dalam keterangan tertulisnya di Palangka Raya.


Afan menambahkan, sikap penolakan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mengawal amanah Reformasi 1998. Menurutnya, salah satu semangat reformasi adalah menciptakan institusi keamanan yang profesional, independen, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat tanpa bayang-bayang kepentingan birokrasi kementerian tertentu.


Ia mengkhawatirkan, jika Polri digeser ke bawah kementerian, hal tersebut justru menjadi langkah mundur (setback) bagi demokrasi di Indonesia.


“Menempatkan Polri di bawah kementerian justru dapat mencederai semangat reformasi serta tata kelola institusi negara yang sudah berjalan,” tambahnya.


Sebagai organisasi mahasiswa, SEMMI Kalteng menyatakan akan terus bersikap kritis dan mengawal isu-isu strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan supremasi hukum dan demokrasi.


Afan menutup pernyataannya dengan menekankan nilai perjuangan intelektual dan moral yang menjadi nafas gerakan SEMMI.


“Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. Billāhi fī sabīlil ḥaqq,” pungkasnya.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment