Karhutla dan BBM Tak Stabil Beruntun Tekan Warga Barito Utara, Tokoh Adat Minta Pemerintah Turun Tan

Potret kalteng 13 Agu 2026, 20:51:15 WIB Barito Utara
Karhutla dan BBM Tak Stabil Beruntun Tekan Warga Barito Utara, Tokoh Adat Minta Pemerintah Turun Tan

Keterangan Gambar : Tokoh masyarakat adat Barito Utara, Suria Baya




MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM — Masyarakat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, saat ini menghadapi tekanan ganda. Selain terpapar dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memperburuk kualitas udara, warga juga mengeluhkan fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berpotensi memicu lonjakan biaya hidup.

Baca Lainnya :


Tokoh masyarakat adat Barito Utara, Suria Baya, menyuarakan kekhawatiran atas kondisi tersebut. Menurutnya, situasi ini paling berdampak pada kelompok berpenghasilan rendah, pelaku usaha kecil, petani, hingga nelayan.


"Dampak Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Ketika kualitas udara menurun, aktivitas warga ikut terganggu. Pada saat yang sama, ketidakstabilan harga BBM memicu kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang, yang berujung pada melonjaknya harga kebutuhan pokok," ujar Suria Baya kepada POTRET KALTENG,  Kamis (13/8/2026).


Suria mendorong pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan distribusi BBM guna mencegah potensi permainan harga di tingkat eceran maupun penimbunan.


Terkait Karhutla, ia mengimbau pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan seperti patroli berkala dan edukasi, di samping tindakan hukum yang tegas bagi pihak yang terbukti membakar lahan secara ilegal.


"Masyarakat membutuhkan kepastian dan perlindungan nyata. Penanganan Karhutla dan penstabilan harga BBM harus menjadi prioritas agar tidak berkembang menjadi beban sosial-ekonomi yang lebih berat," tegasnya. 


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment