- DPRD Kapuas Minta OPD Aktif dalam Pembahasan Perubahan APBD 2026
- Banmus DPRD Kapuas Susun Jadwal Pembahasan Perubahan APBD 2026
- DPRD Kapuas Dorong Penguatan Mitigasi untuk Cegah Kebakaran
- Rahmad Jainudin Dorong Pendampingan Korban Kebakaran hingga Pulih
- DPRD Kapuas Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Bantu Korban Kebakaran
- Komisi IV DPRD Kapuas Pelajari Pelaksanaan Program Pendidikan dan Kesehatan
- DPRD Kapuas Dalami Pengawasan dan Distribusi MBG di Katingan
- Komisi IV DPRD Kapuas Bahas Anggaran Pendidikan dan Waktu Belajar
- Komisi III DPRD Kapuas Dorong Program Infrastruktur Lebih Tepat Sasaran
- DPRD Kapuas Bahas Penyelarasan Program Pembangunan Infrastruktur
Pendapatan Daerah Baru 32 Persen, DPRD Kalteng Pertanyakan Kinerja Pengelolaan PAD

Keterangan Gambar : Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari (Foto:Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Damkar Palangkaraya Bekali 36 Mahasiswa Mapala0
- Sekda Kota Palangka Raya Lepas Pejabat Yang Memasuki Purna Tugas0
- Peringati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke 76, Polda Kalteng Gelar Balap Sepeda dan Fun Bike0
- Waspadai Serangan Buaya, Personel Ditpolairud Imbau Para Pemancing Di Sungai Sebangau0
- BRIN Gelar Focus Group Discussion Guna Dukung Program Food Estate Berkelanjutan0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Rendahnya realisasi pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah hingga pertengahan tahun anggaran 2026 menjadi sorotan DPRD Kalimantan Tengah. Hingga awal Juni 2026, pendapatan daerah tercatat baru mencapai sekitar 32 persen dari target yang telah ditetapkan.
Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah.
Menurutnya, capaian pendapatan merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur efektivitas kinerja perangkat daerah. Jika realisasi pendapatan bergerak lambat, maka kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan juga akan ikut terdampak.
“Harapan kita pada November nanti realisasi pendapatan bisa mencapai 100 persen. Jika target pendapatan tidak tercapai, maka pelaksanaan program pembangunan juga akan terdampak,” kata Ansyari, Kamis (25/6/2026).
Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan angka realisasi tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Karena itu, DPRD berencana kembali memanggil instansi terkait untuk mengetahui secara rinci faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya capaian pendapatan daerah.
DPRD juga meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan, tetapi mampu menghadirkan langkah konkret untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ansyari menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang direncanakan, tetapi juga kemampuan pemerintah merealisasikan pendapatan sesuai target. Ketika pendapatan tidak tercapai, berbagai program prioritas berpotensi tertunda, bahkan tidak dapat dilaksanakan secara optimal.
“Kalau memang ada kendala, maka harus dicari solusi bersama. Karena apabila realisasi pendapatan hanya mencapai sekitar 80 persen, maka pelaksanaan pembangunan juga berpotensi tidak berjalan secara maksimal,” tegasnya.
Sorotan DPRD ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar segera melakukan evaluasi terhadap strategi peningkatan pendapatan, baik dari sektor pajak, retribusi, maupun sumber-sumber pendapatan sah lainnya. Pasalnya, waktu yang tersisa menuju akhir tahun anggaran semakin sempit, sementara target yang harus dikejar masih cukup besar.
Dengan realisasi yang baru menyentuh angka 32 persen, DPRD menilai diperlukan langkah percepatan yang terukur agar target pendapatan daerah tidak meleset dan pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat tetap dapat berjalan sesuai rencana. (Yz)
Berita Utama
-
Ketua DPRD Palangka Raya Soroti Realisasi Pendapatan, Baru 48,55 Persen hingga Juli
Ketua DPRD Palangka Raya Soroti Realisasi Pendapatan, Baru 48,55 Persen hingga Juli
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti realisasi pendapatan daerah yang hingga 31 Juli 2026 baru mencapai Rp581,3 miliar lebih atau . . .
-
Karhutla Membara, DPRD Palangka Raya Buka Opsi Tambah Anggaran
Karhutla Membara, DPRD Palangka Raya Buka Opsi Tambah Anggaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPRD Kota Palangka Raya membuka opsi penambahan anggaran untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui . . .
-
Harga Dexlite Naik, DPRD Palangka Raya Khawatir Biaya Produksi dan Harga Barang Ikut Melonjak
Harga Dexlite Naik, DPRD Palangka Raya Khawatir Biaya Produksi dan Harga Barang Ikut Melonjak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, meminta pemerintah dan Pertamina mempertimbangkan kembali kenaikan harga BBM . . .
-
DPRD Palangka Raya Dukung PJJ, Kesehatan Siswa Jadi Prioritas di Tengah Kabut Asap
DPRD Palangka Raya Dukung PJJ, Kesehatan Siswa Jadi Prioritas di Tengah Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPRD Kota Palangka Raya mendukung keputusan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai 1 . . .
-
Warga Desa Hajak Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
Warga Desa Hajak Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Menghadapi musim kemarau yang disertai kabut asap, masyarakat Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, menggelar . . .

















