Kajian Jalur Kereta Api Palangka Raya–Banjarmasin Rampung, Disiapkan Terhubung ke IKN

Potret kalteng 25 Jun 2026, 23:52:30 WIB Palangka Raya
Kajian Jalur Kereta Api Palangka Raya–Banjarmasin Rampung, Disiapkan Terhubung ke IKN

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Rencana pembangunan jaringan perkeretaapian di Pulau Kalimantan memasuki tahap penting. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng mengungkapkan bahwa kajian jalur kereta api rute Palangka Raya–Banjarmasin telah selesai dilakukan dengan dukungan pemerintah pusat.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari konektivitas antardaerah di Kalimantan yang nantinya terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.


Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, mengatakan kajian yang telah rampung saat ini mencakup trase jalur Palangka Raya–Banjarmasin. Sementara untuk koneksi lanjutan menuju IKN, pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan resmi dari kementerian terkait.


“Yang sudah pasti, kajian Palangka Raya–Banjarmasin untuk wilayah Kalimantan Tengah sudah selesai. Trasenya nanti arahnya menuju IKN, tetapi untuk kepastian jalur berikutnya masih menunggu dari kementerian,” ujarnya di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (24/6/2026).


Menurut Yulindra, kajian yang difasilitasi pemerintah pusat tersebut menjadi langkah awal pengembangan jaringan kereta api lintas Kalimantan. Setelah segmen Palangka Raya–Banjarmasin, pembangunan konektivitas akan dilanjutkan ke provinsi-provinsi lain hingga tersambung dengan Kalimantan Timur.

Untuk wilayah Kalteng, jalur rel kereta api direncanakan melintasi Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau sebelum menuju Kalimantan Selatan.


“Yang bisa kami sampaikan saat ini untuk wilayah Kalteng, jalurnya dari Palangka Raya, melintasi Pulang Pisau, kemudian menuju Banjarmasin. Sedangkan dari Banjarmasin ke IKN, kami masih menunggu kepastian dari kementerian,” jelasnya.


Selain mendukung mobilitas masyarakat, kereta api tersebut juga dirancang untuk menunjang distribusi logistik. Konsep operasional yang dikaji adalah kombinasi angkutan penumpang dan barang guna meningkatkan efisiensi transportasi antardaerah.


“Kemungkinan akan menjadi kombinasi antara angkutan orang dan barang. Namun seluruh kebijakan operasional nantinya menjadi kewenangan kementerian,” katanya.


Terkait tantangan pembangunan jalur rel di kawasan yang didominasi lahan gambut, Yulindra menegaskan seluruh aspek teknis akan dianalisis secara mendalam melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED), survei lapangan, serta perhitungan kebutuhan anggaran.


“Semua aspek teknis akan dikaji oleh tim ahli, mulai dari kondisi lahan, kebutuhan biaya, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Saat ini tahap berikutnya adalah penyusunan DED, dan dari sana baru akan terlihat kebutuhan biaya pembangunan secara rinci,” pungkasnya. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment