- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Pemprov Kalteng Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Halaman Kantor Gubernur
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo
Potretkalteng.com - Palangka Raya – Pemprov. Kalteng menggelar Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2022, bertempat di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (22/10/2022). Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo. Adapun tema yang diusung ialah “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”.
Edy saat membacakan sambutan tertulis Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan” adalah bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk Bangsa dan Negara.
“Peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, hari santri adalah milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, saya mengajak semua masyarakat Indonesia, apapun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” imbuhnya.
Baca Lainnya :
- Dukung Program Petani Millenial : Kami Siap Terima Lahan, Bibit dan Dana0
- Gubernur Kalteng Dukung Petani Millenial, Sapma PP Kalteng: Kita Sudah Mulai !0
- Terdampak Banjir, Pemprov Kalteng Dirikan Dapur Umum di Kotawaringin Barat0
- Bantuan Paket Sembako Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Kalteng Sudah Mulai Didistribusikan0
- Peringati Hari Maulid Nabi Muhammad Saw, Edy Pratowo : Jadikan Nabi Muhammad Sebagai Suri Tauladan0
“Melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu Edy Pratowo yang ditemui sesuai upacara menambahkan bahwa Peringatan Hari Santri jadi momentum untuk terus memupuk kebersamaan, kekompakan dan kepekaan. Maksud dari kepekaan ini ialah selalu memperhatikan hak dan kewajiban mereka. Karena sebagai penyelenggara pemerintahan juga harus memberikan motivasi, perlindungan yang baik, menjamin hak-hak mereka selama berada di pondok untuk menempa ilmu.
“Saya kira momentum 2022 Hari Santri ini semakin mempererat, memperkokoh, silaturahim dan keberadaan santri sebagai benteng, pemersatu, kekuatan untuk memajukan Bangsa dan Negara. Karena bagaimanapun mereka ini aset kedepan yang dilandasi keimanan yang baik serta dibekali dasar-dasar agama. Sejalan dengan arah kebijakan visi dan misi Gubernur dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, pondok juga bagian dari bidang pendidikan yang harus kita perhatikan dengan melalui kemitraan yang baik,” tandas Edy.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalteng Noor Fahmi mengatakan santri itu punya partisipasi dan peran terhadap mengawal Bangsa dan Negara serta agama. Kemudian terkait pendidikan agama di pondok pesantren, perkembangannya saat ini bagus sekali dan di Prov. Kalteng ada 109 pondok pesantren. Baik yang halafiah (modern) atau salafiah (tradisional). Dengan ini sudah menunjukkan peningkatan yang sangat bagus pendidikan di pondok pesantren ini.
“Kami berharap dalam artian Kemenag, pondok pesantren jangan lagi jadi pilihan yang keberapa, harus pilihan yang pertama. Karena baik untuk membina terhadap perkembangan anak-anak remaja dan diharapkan anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik dan punya pengetahuan agama yang luas demi menjalani kehidupannya,” tutup Noor Fahmi.
Turut hadir Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Nuryakin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Kalteng Katma F. Dirun, Sahli Gubenur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Prov. Kalteng Yuas Elko, Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng, Ketua PWNU Kalteng Wahyudie F. Dirun serta tamu undangan lainnya. Hadir pula sejumlah Bupati se-Kalteng. (Red)
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















