- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Pemasangan Patok Batas Kel Panamas Kec Selat dengan Desa Budi Mupakat Kec Bataguh Tuntas Sudah.
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Camat Selat Yaya Setiabudi
Potretkalteng.com - Kuala Kapuas - Masih adanya riak klaim dari sejumlah warga atas tata batas dengan pemasangan patok batas beberapa waktu lalu sebagaimana di beritakan media ini tempo hari, akhirnya dianggap clean and clear setelah adanya pertemuan antar warga dari kedua wilayah yang di dampingi oleh masing-masing Damang serta setelah adanya koordinasi antara Camat Selat Yaya Setiabudi dengan Camat Bataguh Suryadin. Pentingnya koordinasi antara dua Camat ini karena mengingat tapal batas Kelurahan Panamas denga desa Budi Mufakat juga merupakan tapal batas wilayah Kecamatan Selat dengan Kecamatan Bataguh. Jum’at 20/01/2023.
Klaim warga tersebut sebenarnya cukup beralasan karena memang semula wilayah atau kawasan tersebut dulunya bahagian dari wilayah Kecamatan Selat dan oleh warga setempat menetapkannya sebagai tanah adat mengingat di tempat tersebut juga terdapat cagar budaya, namun dengan adanya pemekaran serta batas wilayah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Kabupaten Kapuas No. 6 dan 7 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kelurahan Selat Barat, Selat Utara, Panamas dan Kelurahan Murung Keramat sehingga kawasan yang di sengketakan tersebut terbelah dimana sebahagian masuk dalam wilayah Kelurahan Panamas Kec. Selat dan sebahagian ya masuk dalam wilayah Desa Budi Mufakat Kec. Bataguh. “Terkait soal kepemilikan sebenarnya tidak ada masalah, yang terpenting meski sebahagian masuk dalam wilayah Kelurahan Panamas dan sebahagian ya masuk dalam wilayah Desa Budii Mupakat, itu tidak akan menghilangkan hak kepemilikan, hanya saja dala pengurusan administrasinya harus di sesuaikan dengan letaknya. “Terang Yaya Setiabudi.
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















