Maraknya Kebakaran,Warga Jalan Baban Resah Dengan Keberadaan Eks Rumah Penitipan Pemprov

potret kalteng 09 Okt 2024, 12:08:43 WIB Palangka Raya
Maraknya Kebakaran,Warga Jalan Baban Resah Dengan Keberadaan Eks Rumah Penitipan Pemprov

Keterangan Gambar : FOTO ( IST BANGUNAN EKS PENITIPAN DAN ADV AJUNGS TH L SUAN SH)


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Maraknya peristiwa kebakaran di Palangka Raya dalam sebulan terakhir menjadi perhatian banyak pihak.


Salah satunya Yohannes salah seorang warga Jalan Baban II Palangka Raya yang mengaku resah dengan amukan si Jago merah yang hampir tiap hari terjadi di Kota Cantik Palangka Raya.

Baca Lainnya :


Bukan tanpa alasan dirinya,Jemaat GPIB Palangka Raya  warga Jalan Baban dan sekitarnya resah karena persis disebelah Tempalt Ibadah Gereja GPIB dijalan Baban Palangka Raya terdapat bekas atau eks rumah  penitipan anak yang  diduga milik Pemprov Kalteng dan sudah hampir sepuluh tahun ini terbengkalai dan sudah menjadi semak.belukar


" Saya sampai mendatangi Kantor Hukum Adv Ajungs TH L Suan SH untuk menyampaikan keresahan kami karena beliau ( Ajungs .red) sempat mengeluarkan statment disalah satu media terkait gugatan terhadap pemerintah bilamana diduga ada kelalaian pemerintah sehingga terjadiinya kebakaran yang akhir akhor ini sering terjadi " jelasnya Rabu 09 Oktober 2024.


Yohannes meminta kepada Pemprov Kalteng atau pihak terkait untuk segera membersihkan atau melakukan perawatan terhadap bekas rumah penitipan anak yang diduga Pemprov Kalteng.


" Kami sebagai warga yang berada didekat bekas rumah penitipan anak  sangat khawatir kalau ada oknum yang diduga sengaja membakar tempat tersebut seperti kebakaran yang terjadi dan hampir rata rata rumah kosong" " tegas pria asal Palangka Raya ini.


Ia menambahkan selain bekas rumah Penitipan Anak tersebut di kawasan tempat tinggalnya ada beberapa bangunan atau rumah dinas yang diduga milik Pengadilan Tinggi Palangka Raya dan perumahan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.


" Selain rawan kebakaran bangunan yang terbengkalai tersebut sering digunakan ODGJ tempat tinggal mereka dan kemungkinan semak belukar yang ada merupakan sarang ular berbisa yang sangat berbahaya bagi anak anak di sekitar tempat tinggal kami " ungkapnya.


Dirinya mengaku bersama warga Komplek Panahan ( sebutan jaman dulu. red) kawasan  jalan Baban dan  sekitarnya beberapa tahun yang lalu pernah menyampaikan secara langsung kepada Pemprov Kalteng

" Tapi kalau tidak salah jawaban dari pihak Pemprov Kalteng mereka tidak memiliki biaya untuk melakukan perawatan terhadap bekas rumah penitipan anak tersebut, semestinya dilelang saja " pungkasnya.


( AUL)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment