- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, Menkeu Purbaya: APBN Kuat, Uang Kita Masih Banyak

Keterangan Gambar : Keterangan foto : Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tetap sehat dan berlapis, bahkan menolak tawaran pinjaman senilai USD 20–30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia dalam pertemuan Spring Meeting di Washington DC, 13–17 April 2026. Penolakan ini ia sampaikan dengan alasan Indonesia masih memiliki bantalan fiskal yang lebih dari cukup.
Baca Lainnya :
- SEMMI Kalteng Tuntut Evaluasi Total Izin Perusahaan di Kalteng yang Minim Kontribusi Sosial0
- Dukung Potensi Pemuda, Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Grand Final Putra-Putri Pariwisata 20260
- Perkuat Sinergitas dan Spiritualitas, Sekretariat DPRD Barut Sholat Subuh Berjamaah Bersama Bupati0
- Kecelakaan di Jalan Trans Kalimantan Desa Batu Nindan, Seorang Pengendara Motor Menjadi Korban Tabra0
- Bupati Wiyatno Salurkan Bantuan Korban Kebakaran dan Tinjau Infrastruktur di SDN 1 Desa Jakatan Masa0
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026), sekaligus merespons kekhawatiran publik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam 3,38 persen ke posisi 7.129,49 pada Jumat (24/4/2026) akibat sentimen negatif global.
"APBN kita dalam kondisi baik. Bahkan investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka," ujar Purbaya.
Optimisme Purbaya bersandar pada cadangan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang dimiliki pemerintah. Dari jumlah itu, Rp 120 triliun tersimpan di kas pemerintah pada Bank Indonesia, sementara Rp 300 triliun diinjeksikan ke sistem perbankan untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang.
"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup, dan uang kita masih banyak," tegasnya.
Kepercayaan diri Menkeu itu dibuktikan langsung dalam forum Spring Meeting IMF-Bank Dunia di Washington DC pekan lalu. Ketika kedua lembaga menawarkan pinjaman USD 20–30 miliar kepada negara-negara yang terdampak gejolak global, Purbaya menolaknya. Ia menyebut Indonesia masih memegang cadangan devisa sendiri senilai USD 25 miliar, sehingga tidak memerlukan bantuan tersebut.
"Sekarang saya belum butuh. Saya punya SAL sendiri segitu, USD 25 miliar lebih. Jadi kondisi kita aman, defisit terkendali, buffer cukup," kata Purbaya.
Meski demikian, pertemuan dengan IMF dan Bank Dunia tidak berlangsung tanpa perdebatan. Purbaya mengungkap adanya diskusi sengit mengenai cara Indonesia mempertahankan batas defisit 3 persen di tengah kenaikan harga minyak global, yang berdampak langsung pada beban subsidi negara. Kedua lembaga itu juga mengingatkan pemerintah agar tidak berlebihan menggelontorkan subsidi sehingga tidak membebani anggaran jangka panjang.
"Debat seru tentang policy kita dan langkah kita, defisit kita 3% tapi minyak naik gimana cara nutupnya? Kita jelasin ada hemat sana-sini dan pendapatan dari sumber daya alam," ungkap Purbaya, Selasa (21/4/2026).
Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memuji Indonesia sebagai salah satu "bright spot" dalam perekonomian global berkat kebijakan yang dinilai kredibel dan fundamental yang kuat. Pemerintah sendiri mengklaim komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen bukan sekadar target, melainkan sinyal kepada pasar global soal keseriusan pengelolaan fiskal. (FR)
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















