Misi Dagang Jatim–Kalteng Tembus Rp2,08 Triliun, Perkuat Rantai Pasok dan Investasi Antarwilayah

Potret kalteng 24 Apr 2026, 23:02:37 WIB PEMPROV KALTENG
Misi Dagang Jatim–Kalteng Tembus Rp2,08 Triliun, Perkuat Rantai Pasok dan Investasi Antarwilayah

Keterangan Gambar : Wawancara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto:Yariyanto)




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM  Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur ke Kalimantan Tengah mencatat capaian signifikan dengan total komitmen transaksi final mencapai Rp2.082.554.327.000 hingga pukul 17.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Hotel M Bahalap, Palangka Raya, Kamis (23/4/2026), menegaskan kuatnya potensi perdagangan domestik berbasis kemitraan antar daerah.

Baca Lainnya :


Misi dagang yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran perangkat daerah, serta pelaku usaha dari kedua provinsi. Sejumlah organisasi seperti Kadin, IWAPI, HIPMI, dan Gekrafs juga terlibat aktif dalam skema business matching yang mempertemukan penjual (seller) dan pembeli (buyer).


Khofifah menegaskan, misi dagang bukan sekadar ajang promosi, melainkan instrumen strategis untuk menghasilkan transaksi riil sekaligus membangun kemitraan bisnis berkelanjutan.


“Dari business matching terlihat kebutuhan kedua daerah saling melengkapi. Ini membuka peluang kerja sama luas. Alhamdulillah transaksi misi dagang di Kalimantan Tengah menembus Rp2,082 triliun lebih,” ujarnya.


Menurutnya, pola perdagangan dua arah menjadi kunci dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mengoptimalkan distribusi logistik antarwilayah. Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan inklusif dan berkelanjutan.


“Kita ingin setiap pertemuan menghasilkan nilai tambah—ada transaksi, ada kemitraan, dan ada keberlanjutan. Ini bagian dari memperkuat konektivitas dan integrasi pasar dalam negeri,” tegasnya.


Komoditas yang diperdagangkan mencakup sektor strategis seperti peternakan, perikanan, pertanian, hingga industri olahan. Jawa Timur juga memperoleh suplai dari Kalimantan Tengah, antara lain udang vaname, kayu bulat, dan rotan.


Selain perdagangan, kerja sama investasi turut diarahkan pada sektor bernilai tambah, seperti pembangunan pabrik gula merah tebu, pertambangan, serta budidaya ikan patin sungai. Langkah ini dinilai penting dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan daya saing ekonomi daerah.


Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyambut positif capaian tersebut sebagai momentum strategis memperkuat kolaborasi ekonomi lintas wilayah.


“Kegiatan ini menjadi pintu gerbang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya perdagangan, tetapi juga investasi, hilirisasi industri, dan penguatan rantai pasok antar daerah,” ujarnya.


Capaian transaksi yang menembus lebih dari Rp2 triliun ini menunjukkan bahwa sinergi antarprovinsi mampu menjadi motor penggerak ekonomi domestik, sekaligus memperkuat struktur pasar dalam negeri di tengah tantangan global. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment