- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Ketua KPI Pusat: Pilkada Serentak 2024 Jadi Waktu Krusial, Waspadai Hoax dan Isu SARA

Keterangan Gambar : Foto : Ketua KPI Pusat Ubaidillah
POTRETKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menyampaikan peringatan tegas terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang semakin dekat.
Baca Lainnya :
- KPID Kalteng Gelar FGD dan Rapat Koordinasi Wilayah untuk Optimalisasi Penyiaran Semakin Berkah0
- Tegak Lurus Dukung Agustiar Sabran, Alfian Mawardi Tinggalkan PDIP dan Kursi DPRD Provinsi Kalteng0
- Kadis DLH : Peran Penting Proklim dalam Meningkatkan Ketahanan dan Kesejahteraan Masyarakat0
- Pemko Palangka Raya Kembali Raih Penghargaan Apresiasi Pembinaan Proklim dari KLHK0
- Pemko Buat Program Satu Rekening Satu Pelajar, Dorong Peningkatan Literasi Keuangan sejak Dini0
Menurutnya, masa-masa menjelang Pilkada ini merupakan periode krusial dimana hoax dan isu SARA berpotensi menyebar luas dan menjadi konsumsi publik yang berbahaya. (Rabu, 14/07/2024)
"Ini adalah waktu-waktu krusial keluarnya hoax dan isu SARA karena sangat berbahaya, yang mana itu nantinya adalah sebagai konsumsi publik. Oleh karena itu, advokasi kepada masyarakat dan rekan-rekan penyiaran menjadi sangat penting," ujar Ubaidillah dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Ubaidillah mengungkapkan bahwa KPI Pusat tengah menyusun regulasi baru terkait pemasangan spanduk calon-calon kepala daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar proses kampanye dapat berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ubaidillah juga menekankan bahwa saat ini KPI hanya memiliki kendali penuh terhadap media televisi dan radio karena regulasinya sudah dibuat sedemikian rupa. Namun, untuk media lainnya, KPI sedang menindaklanjuti regulasinya agar lebih terjaga dalam etika penyiaran.
"Kami sedang menyusun regulasi terkait media lainnya, agar penyiaran di berbagai platform dapat lebih terjaga dalam etika dan aturan yang ada," pungkasnya.(red)
Alfian
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















