Hebat ! Oktober 2022, Inflasi di Kalteng Turun Menjadi 7,10%
Penulis : Alfian

Potret Kalteng 03 Nov 2022, 06:23:37 WIB Daerah
Hebat ! Oktober 2022, Inflasi di Kalteng Turun Menjadi 7,10%

Keterangan Gambar : Sahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko memimpin rapat evaluasi TPID terhadap hasil rilis BPS terkait inflasi Kalteng bulan Oktober 2022


Potretkalteng.com  Palangka Raya – Staf Ahli (sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko memimpin rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terhadap hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi Kalteng bulan Oktober 2022, bertempat di Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (2/11/2022).

Pada kesempatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan BI Prov. Kalteng Magfur mengatakan dalam paparannya bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalteng Oktober 2022 tercatat deflasi sebesar 0,04% (mtm) dengan sumbangan Volatile Food (VF) -0,06%, Core Inflation (CI) 0,07% dan Administered Price (AP) -0,06%.

“Serangan hama tungro menyebabkan terjadinya kegagalan pada beberapa sentra produksi padi sehingga mendorong inflasi pada komoditas beras sebesar 0,02%, sementara banjir di daerah Barito Utara, Lamandau, Pulang Pisau, dan Kapuas mengakibatkan hambatan distribusi kacang panjang. Daging ayam meningkat akibat harga pakan yang meningkat,” jelasnya.

Baca Lainnya :

Magfur menambahkan, memasuki akhir bulan Oktober, beberapa komoditas yang sempat stabil mengalami sedikit peningkatan, seperti bawang merah, beras, dan telur ayam. 

“Hal ini diakibatkan oleh bencana banjir di beberapa kabupaten di Kalteng yang menghambat jalur distribusi serta menggenangkan beberapa area lahan persawahan. Disamping itu, beberapa komoditas ikan juga masih mengalami peningkatan akibat kondisi cuaca,” ungkapnya.

Lebih lanjut Magfur menyatakan bahwa cabai rawit, cabai merah dan bawang putih terus menurun seiring dengan peningkatan stok dan masa panen di Jawa. Daging sapi dan daging ayam juga turut stabil dikarenakan upaya operasi pasar murah dan pasar penyeimbang.

“Berdasarkan data inflasi Kalimantan Tengah dari bulan Januari hingga Oktober, Bahan Bakar Rumah Tangga merupakan komoditas yang paling sering menjadi 10 besar penyumbang inflasi, dengan andil inflasi yang cukup besar yakni 0,07%. Hal ini juga disusul dengan komoditas beras yang memiliki komoditas dengan rata-rata andil terbesar, dan cukup sering menjadi penyumbang inflasi terbesar, yaitu sebanyak 7x dari 10 bulan terakhir,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada Oktober tahun 2022 ini Provinsi Kalteng mengalami penurunan inflasi dari 8,12 periode September (yoy) dan berada di urutan empat setelah Provinsi Sumatera Barat, NTT, dan Kalimantan Selatan, dengan nilai inflasi sebesar 7,10%. 

Turut hadir Pimpinan Perum Bulog Kanwil Kalteng Amrullah, Kepala Biro Perekonomian Said Salim, perwakilan BPS Kalteng, TPID Kota Palangka Raya, serta sales area manager Kalselteng PT. Pertamina Patra Niaga.(red)








+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment