- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
FTIK ke-XII Resmi Dibuka di Muara Teweh, Barito Utara Jadi Pusat Pelestarian Budaya Kaharingan Kalt

Keterangan Gambar : Keterangan Gambar: Foto Bersama
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke-XII
Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi dibuka dengan meriah di Arena
Baca Lainnya :
- Pemandangan Umum Fraksi Jadi Pedoman, Pemerintah Barut Jamin Kebijakan Akuntabel0
- Jajaran Pimpinan DPRD Lengkap Pimpin Paripurna Jawaban Pemerintah APBD 20260
- Rapat Paripurna Dihadiri Lengkap Jajaran Eksekutif: Bupati, Wabup, dan Sekda Barut0
- Sinergi Eksekutif-Legislatif: Kunci Mewujudkan Barito Utara Maju dan Berkeadilan0
- Bupati Salahuddin Apresiasi Kritik Fraksi DPRD, Jadi Bahan Penyempurnaan kebijakan0
Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh, pada Senin malam (24/11/2025). Pembukaan festival
ini menjadikan Kabupaten Barito Utara sebagai pusat perhatian dan panggung utama
pelestarian budaya keagamaan Hindu Kaharingan se-Kalteng.
Festival yang digelar selama beberapa hari ini menjadi wadah penting bagi umat Hindu
Kaharingan untuk berkompetisi dan memamerkan kekayaan seni tradisi serta spiritualitas.
Ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalteng turut serta menampilkan
keagungan suara tandak yang khas dan sakral.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi yang mewakili Gubernur
Kalteng, serta Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan
daerah setempat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah
terhadap pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal.
Pembukaan FTIK XII ditandai dengan berbagai ritual keagamaan dan tradisi adat, termasuk
prosesi menyumpit atau manyipet yang dilakukan oleh Bupati Barito Utara, Shalahuddin,
sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Selain itu, penyerahan piala bergilir
Gubernur Kalteng dari pemerintah provinsi ke Bupati Barut menambah khidmat acara.
Festival ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan talenta baru,
memperkuat persatuan antarkabupaten/kota, serta memastikan warisan budaya Kaharingan
tetap hidup dan dicintai oleh generasi masa depan.
RI
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















