Semarak Imlek 2577 di Palangka Raya: Doa, Barongsai, dan Harmoni Keberagaman

Potret kalteng 17 Feb 2026, 15:20:36 WIB Palangka Raya
Semarak Imlek 2577 di Palangka Raya: Doa, Barongsai, dan Harmoni Keberagaman

Keterangan Gambar : Suasana Perayaan Imlek di Vihara Avalokitesvara Palangka Raya. (Foto:Yariyanto)




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Palangka Raya berlangsung hangat dan penuh makna. Ratusan umat Buddha dan warga lintas latar belakang memadati Vihara Avalokitesvara, Senin (16/2/2026) malam, menyatu dalam doa, kebersamaan keluarga, dan kemeriahan atraksi barongsai.

Baca Lainnya :


Perayaan diawali dengan tradisi makan malam bersama keluarga sebuah momen yang dinanti setiap tahun. Setelah itu, umat berbondong-bondong menuju vihara untuk melaksanakan sembahyang, memanjatkan harapan dan syukur menyambut tahun yang baru.


Pembimbing Masyarakat Buddha Provinsi Kalimantan Tengah, Partiyem, S.Ag., M.Si., M.Pd., menyebut Imlek sebagai saat istimewa untuk mempererat ikatan keluarga sekaligus meneguhkan nilai kebajikan. Tahun ini, Imlek bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang sarat makna.


“Tahun Kuda Api diharapkan membawa semangat baru lebih giat bekerja, rajin belajar, dan tekun berbuat baik. Kebajikan itulah bekal kita ke depan,” ujarnya.


Tak sekadar perayaan keagamaan, Imlek 2577 juga mengusung pesan kuat tentang moderasi beragama. Umat Buddha di Kalimantan Tengah berasal dari beragam suku dan majelis Jawa, Dayak, hingga Tionghoa yang semuanya dirangkul dalam satu semangat persatuan.


“Lewat momentum Imlek, kami ingin memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan. Moderasi beragama adalah kunci menjaga harmoni,” kata Partiyem.


Puncak kemeriahan malam itu terasa saat atraksi barongsai singa emas tampil memukau. Tepuk tangan dan sorak sorai menggema ketika barongsai beraksi lincah, menjadi magnet bagi warga yang datang bersama keluarga.


Dipa (29), salah satu pengunjung, mengaku sengaja hadir demi menyaksikan barongsai yang hanya muncul setahun 

sekali.


 “Seru sekali. Anak-anak senang, kami juga bisa berkumpul. Suasananya hangat dan berkesan,” tuturnya.


Pengunjung lainnya, Anzan (25) menilai pertunjukan tersebut sebagai simbol toleransi yang hidup di Palangka 

Raya.


 “Meski berbeda agama dan suku, semua bisa menikmati bersama. Ini bukti kerukunan di kota ini,” ujarnya.


Melalui Imlek 2577, umat Buddha dan masyarakat Palangka Raya berharap nilai kebersamaan, toleransi, dan kebajikan terus tumbuh menjadi energi positif untuk menapaki tahun yang baru dengan harmoni. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment