- Pemkab Murung Raya Jadikan Hari Bhayangkara Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan Masyarakat
- Porcam Laung Tuhup Perkuat Komitmen Pemkab Murung Raya Kembangkan Olahraga Daerah
- Sinode GKE XXV di Puruk Cahu Jadi Momentum Pemkab Murung Raya Perkuat Kerukunan
- Bupati Heriyus Tegaskan Komitmen Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Bersama Polres di Hari Bhayangka
- Pemkab Murung Raya Perkuat Validasi Data Calon Penerima Bantuan Rumah Swadaya
- Pemkab Murung Raya Jadikan Kritik dan Saran sebagai Bahan Evaluasi Peringatan Hari Jadi ke-24
- Murung Raya Jadi Tuan Rumah Turnamen Futsal PWI, Pemkab Dorong Semangat Kebersamaan
- Wabup Rahmanto Buka Turnamen Futsal PWI, Dorong Kekompakan Insan Pers se-DAS Barito
- Bupati Heriyus Tekankan Pengabdian Polri untuk Masyarakat pada Hari Bhayangkara ke-80
- Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi dengan Kapolres Baru, Kondusivitas Daerah Jadi Prioritas
PBNU Tentukan Awal Ramadan 1447 H Lewat Rukyatul Hilal 17 Februari 2026

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Sengketa Koperasi SUSB Memanas, DPC ARUN Seruyan Siap Bawa Kasus ke DPR RI0
- Pemprov Kalteng Evaluasi Pembatalan 14 RKAB Zirkon, Pastikan Kepastian Hukum dan Tata Kelola Tambang0
- Gubernur Agustiar Ajak DPW PKB Kalteng Bersinergi Wujudkan Kalteng Makin Berkah0
- Dukung Peningkatan SDM, Gubernur Kalteng Hadiri Wisuda UT Palangka Raya0
- Bupati Kapuas Resmikan Kantor Kelurahan Selat Hulu, DPRD Harapkan Kinerja Pelayanan Meningkat0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah setelah melaksanakan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026. Jika hilal terlihat, maka puasa akan dimulai keesokan harinya. Namun apabila tidak terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap konsisten menggunakan metode rukyat atau melihat langsung hilal dalam menetapkan awal bulan hijriah.
“Nanti kita lihat dulu tanggal 17 Februari, apakah hilalnya terlihat atau tidak. Kalau terlihat, besoknya kita sudah mulai puasa. Kalau tidak, berarti Sya’ban digenapkan 30 hari,” ujarnya saat menghadiri Konferensi Wilayah XIII PW-NU Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026) sore.
Ia menjelaskan, metode rukyat telah menjadi pedoman NU sejak lama. Penentuan awal Ramadan dilakukan dengan melihat langsung posisi hilal, bukan semata-mata berdasarkan perhitungan astronomi.
Sementara itu, Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menanggapi potensi perbedaan awal puasa, Yahya menilai hal tersebut bukan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Sudah puluhan tahun seperti ini dan tidak ada masalah. Masyarakat sudah terbiasa,” ucapnya.
Ia pun mengajak umat Islam untuk tetap saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan suci Ramadan.
Menurutnya, perbedaan metode merupakan bagian dari dinamika pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Selain itu, Yahya yang juga dikenal sebagai mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, menegaskan bahwa NU akan terus hadir di tengah kebutuhan masyarakat serta menyediakan layanan keagamaan yang membawa hikmah dan kemaslahatan umat. (Yz)
Berita Utama
-
Pemkab Kapuas dan Kementan Perkuat Pemetaan Lahan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pemkab Kapuas dan Kementan Perkuat Pemetaan Lahan untuk Dukung Ketahanan Pangan
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam . . .
-
Bupati Kapuas Pastikan Penanganan Sekolah Pascakebakaran dan Perkuat Pencegahan Karhutla
Bupati Kapuas Pastikan Penanganan Sekolah Pascakebakaran dan Perkuat Pencegahan Karhutla
.KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Bupati Kapuas HM Wiyatno, SP bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai dan unsur Forkopimda melakukan kunjungan kerja . . .
-
IPH Kalteng Menurun, Pemprov Fokus Jaga Stok dan Antisipasi Dampak Kemarau
IPH Kalteng Menurun, Pemprov Fokus Jaga Stok dan Antisipasi Dampak Kemarau
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kalimantan Tengah mengalami penurunan. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan harga . . .
-
Pemprov Kalteng Perkuat Pencegahan Karhutla, Masyarakat Diminta Waspada
Pemprov Kalteng Perkuat Pencegahan Karhutla, Masyarakat Diminta Waspada
Palangka Raya, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) . . .
-
DPRD Gumas Ingatkan Tidak Boleh Ada Warga Kesulitan Berobat
DPRD Gumas Ingatkan Tidak Boleh Ada Warga Kesulitan Berobat
KUALA KURUN, POTRETKALTENG.COM- Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari mengatakan, pihaknya mendukung upaya . . .

















