- Harga Plastik, DPRD Palangka Raya Dorong Pemanfaatan Kemasan Alami
- Sidak RSUD Doris Sylvanus, Agustiar Sabran Tekankan Layanan Tak Boleh Kendor
- Kelangkaan Pertamax di Palangkaraya Mulai Meresahkan Warga
- Kobar Berduka, Tokoh Perempuan Kalteng Hj Yustina Ismiati, Istri Ujang Iskandar Wafat di Semarang
- Lestarikan Tradisi, Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026 Gelar Lomba Balogo
- Apresiasi Karya Seni, Wakil Bupati Kapuas Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Mural di Stadion Panunjung
- Polres Kapuas Sita 7,64 Gram Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Terduga
- Dorong Peningkatan Kualitas Publik, Hj Nety : Diknas, Dinkes, BPJS dan RSUD Harus Berbenah
- Kasus TBC Belum Terkendali, Dinkes Kalteng Gelar Kompetensi Nakes
- Tindak Lanjut Aksi Mahasiswa, Ketua DPRD Kalteng Koordinasi Intensif dengan Pangdam dan Kapolda
PBNU Tentukan Awal Ramadan 1447 H Lewat Rukyatul Hilal 17 Februari 2026

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Sengketa Koperasi SUSB Memanas, DPC ARUN Seruyan Siap Bawa Kasus ke DPR RI0
- Pemprov Kalteng Evaluasi Pembatalan 14 RKAB Zirkon, Pastikan Kepastian Hukum dan Tata Kelola Tambang0
- Gubernur Agustiar Ajak DPW PKB Kalteng Bersinergi Wujudkan Kalteng Makin Berkah0
- Dukung Peningkatan SDM, Gubernur Kalteng Hadiri Wisuda UT Palangka Raya0
- Bupati Kapuas Resmikan Kantor Kelurahan Selat Hulu, DPRD Harapkan Kinerja Pelayanan Meningkat0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah setelah melaksanakan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026. Jika hilal terlihat, maka puasa akan dimulai keesokan harinya. Namun apabila tidak terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap konsisten menggunakan metode rukyat atau melihat langsung hilal dalam menetapkan awal bulan hijriah.
“Nanti kita lihat dulu tanggal 17 Februari, apakah hilalnya terlihat atau tidak. Kalau terlihat, besoknya kita sudah mulai puasa. Kalau tidak, berarti Sya’ban digenapkan 30 hari,” ujarnya saat menghadiri Konferensi Wilayah XIII PW-NU Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026) sore.
Ia menjelaskan, metode rukyat telah menjadi pedoman NU sejak lama. Penentuan awal Ramadan dilakukan dengan melihat langsung posisi hilal, bukan semata-mata berdasarkan perhitungan astronomi.
Sementara itu, Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menanggapi potensi perbedaan awal puasa, Yahya menilai hal tersebut bukan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Sudah puluhan tahun seperti ini dan tidak ada masalah. Masyarakat sudah terbiasa,” ucapnya.
Ia pun mengajak umat Islam untuk tetap saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan suci Ramadan.
Menurutnya, perbedaan metode merupakan bagian dari dinamika pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Selain itu, Yahya yang juga dikenal sebagai mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, menegaskan bahwa NU akan terus hadir di tengah kebutuhan masyarakat serta menyediakan layanan keagamaan yang membawa hikmah dan kemaslahatan umat. (Yz)
Berita Utama
-
Sidak RSUD Doris Sylvanus, Agustiar Sabran Tekankan Layanan Tak Boleh Kendor
Sidak RSUD Doris Sylvanus, Agustiar Sabran Tekankan Layanan Tak Boleh Kendor
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, turun langsung meninjau pelayanan di RSUD dr. Doris Sylvanus, Rabu . . .
-
Harga Plastik, DPRD Palangka Raya Dorong Pemanfaatan Kemasan Alami
Harga Plastik, DPRD Palangka Raya Dorong Pemanfaatan Kemasan Alami
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kenaikan harga plastik dinilai tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk . . .
-
Polres Kapuas Sita 7,64 Gram Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Terduga
Polres Kapuas Sita 7,64 Gram Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Terduga
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah . . .
-
Dorong Peningkatan Kualitas Publik, Hj Nety : Diknas, Dinkes, BPJS dan RSUD Harus Berbenah
Dorong Peningkatan Kualitas Publik, Hj Nety : Diknas, Dinkes, BPJS dan RSUD Harus Berbenah
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan utama dalam upaya pemenuhan hak-hak dasar . . .
-
Apresiasi Karya Seni, Wakil Bupati Kapuas Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Mural di Stadion Panunjung
Apresiasi Karya Seni, Wakil Bupati Kapuas Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Mural di Stadion Panunjung
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menghadiri langsung rangkaian kegiatan peringatan HUT Kapuas 2026 yang dipusatkan di kawasan Stadion . . .

















