- Sinergi Dorong Ekonomi Daerah, AYP Tekankan Penguatan Ekosistem Usaha dan Lapangan Kerja di Kalteng
- Bupati Shalahuddin Pimpin Rapat Finalisasi Batara Expo dan Hari Jadi Barito Utara
- Pemkab Barito Utara Matangkan Persiapan HUT ke-76 dan Batara Expo 2026
- Pemkab Barito Utara Siapkan Dokumen Usulan WPR untuk Tertibkan Aktivitas Tambang Rakyat
- Sekda Barito Utara Minta Camat Dukung Pendataan Tambang Rakyat untuk Pengusulan WPR
- Pemkab Barito Utara Inventarisasi Data Tambang Rakyat untuk Usulan Wilayah Pertambangan Rakyat
- Logo Hari Jadi ke-76 Barito Utara Resmi Diluncurkan, Simbol Semangat Pembangunan Daerah
- Pemkab Barito Utara Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-76, Usung Semangat Maju, Sejahtera dan Berkead
- Car Free Day Perdana di Muara Teweh Jadi Ruang Sehat Sekaligus Promosi UMKM Lokal
- Bupati Shalahuddin Resmikan Car Free Day Barito Utara, Dorong Pola Hidup Sehat dan UMKM
PBNU Tentukan Awal Ramadan 1447 H Lewat Rukyatul Hilal 17 Februari 2026

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Sengketa Koperasi SUSB Memanas, DPC ARUN Seruyan Siap Bawa Kasus ke DPR RI0
- Pemprov Kalteng Evaluasi Pembatalan 14 RKAB Zirkon, Pastikan Kepastian Hukum dan Tata Kelola Tambang0
- Gubernur Agustiar Ajak DPW PKB Kalteng Bersinergi Wujudkan Kalteng Makin Berkah0
- Dukung Peningkatan SDM, Gubernur Kalteng Hadiri Wisuda UT Palangka Raya0
- Bupati Kapuas Resmikan Kantor Kelurahan Selat Hulu, DPRD Harapkan Kinerja Pelayanan Meningkat0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah setelah melaksanakan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026. Jika hilal terlihat, maka puasa akan dimulai keesokan harinya. Namun apabila tidak terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap konsisten menggunakan metode rukyat atau melihat langsung hilal dalam menetapkan awal bulan hijriah.
“Nanti kita lihat dulu tanggal 17 Februari, apakah hilalnya terlihat atau tidak. Kalau terlihat, besoknya kita sudah mulai puasa. Kalau tidak, berarti Sya’ban digenapkan 30 hari,” ujarnya saat menghadiri Konferensi Wilayah XIII PW-NU Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026) sore.
Ia menjelaskan, metode rukyat telah menjadi pedoman NU sejak lama. Penentuan awal Ramadan dilakukan dengan melihat langsung posisi hilal, bukan semata-mata berdasarkan perhitungan astronomi.
Sementara itu, Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menanggapi potensi perbedaan awal puasa, Yahya menilai hal tersebut bukan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Sudah puluhan tahun seperti ini dan tidak ada masalah. Masyarakat sudah terbiasa,” ucapnya.
Ia pun mengajak umat Islam untuk tetap saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan suci Ramadan.
Menurutnya, perbedaan metode merupakan bagian dari dinamika pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Selain itu, Yahya yang juga dikenal sebagai mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, menegaskan bahwa NU akan terus hadir di tengah kebutuhan masyarakat serta menyediakan layanan keagamaan yang membawa hikmah dan kemaslahatan umat. (Yz)
Berita Utama
-
Sinergi Dorong Ekonomi Daerah, AYP Tekankan Penguatan Ekosistem Usaha dan Lapangan Kerja di Kalteng
Sinergi Dorong Ekonomi Daerah, AYP Tekankan Penguatan Ekosistem Usaha dan Lapangan Kerja di Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah, Wakil Ketua Umum KADIN . . .
-
Potensi Wisata Kalteng Akan Difilmkan, Disbudpar Kolaborasi dengan KBRI Sofia
Potensi Wisata Kalteng Akan Difilmkan, Disbudpar Kolaborasi dengan KBRI Sofia
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno, bersama jajaran Pejabat . . .
-
Sunarti Lantik 8 Pejabat Fungsional Setda Kalteng, Tegaskan ASN Harus Tinggalkan Pola Kerja Lama
Sunarti Lantik 8 Pejabat Fungsional Setda Kalteng, Tegaskan ASN Harus Tinggalkan Pola Kerja Lama
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali memperkuat kualitas birokrasi dengan melantik delapan pejabat fungsional di lingkungan . . .
-
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya tiga anggota Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang . . .
-
Satresnarkoba Polres Kapuas Cek Kesiapan Posko Kampung Bebas Narkoba
Satresnarkoba Polres Kapuas Cek Kesiapan Posko Kampung Bebas Narkoba
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas melakukan pengecekan rutin terhadap Posko Kampung Bebas dari Narkoba di Kantor . . .

















