Panas Terik dan Desakan Warga Mewarnai Gerakan Pangan Murah di Kota Palangka Raya

Potret kalteng 13 Feb 2026, 19:59:29 WIB PEMPROV KALTENG
Panas Terik dan Desakan Warga Mewarnai Gerakan Pangan Murah di Kota Palangka Raya

Keterangan Gambar : Situasi Keramaian dan Desakan Masyarakat Berburu Pangan Murah di Halaman Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto:Yariyanto)




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Panas terik dan desakan warga mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat pagi (13/2/2026). 

Baca Lainnya :


Sejak sebelum kegiatan dimulai, antrean panjang yang didominasi ibu-ibu sudah terlihat mengular demi mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.


Semangat warga berburu sembako murah begitu tinggi. Mereka rela datang lebih awal untuk memastikan kebagian kebutuhan pokok menjelang Ramadan.


“Iya tadi cepat-cepat ke sini, harus datang lebih awal. Kalau lambat takutnya nggak kebagian, biasanya kalau pasar murah cepat habis,” ujar Siti, salah satu warga yang ikut mengantre dalam kegiatan tersebut.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional sebagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri, serta Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Nyepi 2026.


Dalam kesempatan itu, Yuas Elko membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah sekaligus membuka secara resmi GPM Serentak Nasional Tahun 2026.


Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. 


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha pangan, akademisi, dan masyarakat guna meningkatkan produktivitas serta memastikan akses pangan yang adil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.


Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara terpadu bersama berbagai pemangku kepentingan, seperti Perum Bulog, ID FOOD, BUMD pangan, distributor, petani, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan lainnya.

“Kolaborasi ini bertujuan menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar,” jelasnya.


Dalam GPM kali ini, pemerintah menyediakan 10 ton beras premium bersubsidi, 1 ton gula konsumsi, 1.000 liter minyak goreng, 500 tray telur ayam ras, serta ratusan kilogram bawang merah dan bawang putih. Setiap komoditas mendapat subsidi dari Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp2.000 hingga Rp10.000 per item.


Harga yang ditawarkan pun lebih rendah dibanding harga pasar. Beras premium 5 kilogram dijual Rp59.000, beras SPHP 5 kilogram Rp58.000, gula konsumsi Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp32.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, minyak goreng Fortune 1 liter Rp17.000, telur omega isi 10 butir Rp20.000, dan telur ayam ras satu rak Rp50.000.


Yuas memastikan ketersediaan stok pangan di Kalteng dalam kondisi aman menjelang Ramadan.


“Kalau stok kita cukup, hasil rapat kemarin sekitar 14.706 ton. Itu cukup sampai enam bulan menurut hitungan Bulog,” tegasnya. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment