- Dukung Ruang Positif Warga, Pemkab Murung Raya Apresiasi Gelaran Olahraga Catur dan Domino di Puruk
- Pemkab Murung Raya Raih Apresiasi atas Komitmen Dukung Keselamatan Penerbangan
- Pemkab Mura Siapkan Pengawasan Terpadu untuk Dukung Kelancaran Program MBG
- Bupati Heriyus Serahkan Sang Merah Putih, Pemkab Mura Tekankan Nilai Persatuan dan Pengabdian
- Dorong Gerakan Peduli Lingkungan, Pemkab Mura Berikan Penghargaan Lintas Elemen
- Bupati Heriyus Dorong Paskibraka Murung Raya Jadi Teladan Generasi Muda
- Kemarau Panjang, Bupati Kapuas Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Lewat Salat Istisqa
- Bupati Heriyus Tegaskan Penghargaan Satyalancana Harus Jadi Motivasi ASN Pemkab Mura
- Sinergi Pemkab Mura dan Kantor Pertanahan Percepat Pelayanan Administrasi Pertanahan
- Bupati Heriyus Dorong Seluruh Perangkat Daerah Makin Teguh Jalankan Pemerintahan Berintegritas
Maria, Perempuan Dayak Yang Sukses Jalankan Bisnis Wadi Khas Kalimantan Dengan Omset 2 Digit Perbula

Keterangan Gambar : Foto maria
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Maria, perempuan muda asal Kalimantan Tengah, membuktikan bahwa ketekunan dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat menjadi kunci kesuksesan. Di usia 29 tahun, ia berhasil mengembangkan usaha kuliner tradisional *wadi*, makanan fermentasi khas Dayak, yang kini sudah terkenal di berbagai daerah, bahkan hingga Papua.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalteng Respon Cepat Isu Temuan Beras Oplosan0
- DPRD Harapkan Masyarakat Berperan Lestarikan Cerita Rakyat0
- SEMMI Kalteng Gelar Aksi Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Papan Tulis Interaktif ke KPK dan Kejati0
- Dewan Kota Palangka Raya dan Akademisi Kritik Sampah dan UMKM Car Free Night0
- Polres Gunung Mas Tangkap 16 Tersangka Narkoba, Selamatkan 1.100 Jiwa dalam Tujuh Bulan0
Dari Rumah ke Pasar Nasional
Maria, yang berasal dari Desa Parit, Kotawaringin Timur, memulai bisnis *wadi* pada 1 September 2019. Ia belajar sendiri cara pembuatan *wadi*, yang terbuat dari ikan fermentasi dengan pengawetan alami. Awalnya, ia hanya menjualnya ke tetangga dan kerabat, tetapi berkat kualitas dan konsistensinya, permintaan pun terus meningkat.
"Saya sudah berjualan selama 6 tahun. Walaupun ada pasang surut, saya tetap optimis karena wadi ini adalah makanan khas daerah yang banyak diminati," ujar Maria.
Kini, bisnis wadi Maria menghasilkan omzet mencapai Rp 19,2 juta per bulan. Tidak hanya di Kalimantan, *wadi* buatan Maria sudah dijual hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua.
Inovasi Rasa dan Kemasan
Salah satu keunggulan wadi Maria adalah inovasi dalam rasa. "Dulu, wadi itu sangat asin. Tapi, saya membuat versi modern dengan rasa yang lebih seimbang: asin dan asam, dan bisa langsung digoreng untuk menghasilkan rasa yang kriuk," jelas Maria.
Selain rasa, Maria juga memperhatikan kualitas kemasan yang menarik dan mudah dibawa, menjadikannya pilihan praktis untuk konsumen yang mencari lauk tahan lama namun tetap lezat. Ia menawarkan dua varian rasa: original dan pedas, dengan harga mulai dari Rp 80.000, tergantung jenis ikan yang dipilih.
Peluang dan Pelestarian Budaya
Maria tidak hanya melihat bisnisnya sebagai usaha mencari keuntungan, tetapi juga sebagai cara untuk melestarikan budaya lokal. Wadi yang diproduksinya menjadi pengingat akan kearifan masyarakat Dayak dalam mengawetkan makanan secara alami, tanpa bahan pengawet kimia.
"Saya ingin generasi muda, khususnya perempuan, tahu bahwa kita bisa memulai bisnis dari hal sederhana, bahkan dari rumah. Yang penting konsisten dan mau belajar," pesan Maria.
Melangkah Lebih Jauh
Dengan terus memperluas jaringan reseller di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah, Maria yakin usaha wadi ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang. Baginya, kesuksesan bukan hanya soal omset, tapi juga bagaimana bisa menginspirasi orang lain untuk lebih mencintai produk lokal dan budaya Indonesia.
RH
Berita Utama
-
Ahli Waris Gugat PT Bumi Agro Makmur Rp42,9 Miliar terkait Sengketa Lahan 20 Hektar di PN Buntok
Ahli Waris Gugat PT Bumi Agro Makmur Rp42,9 Miliar terkait Sengketa Lahan 20 Hektar di PN Buntok
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM— Gugatan perdata atas sengketa lahan seluas 20 hektar di Kabupaten Barito Selatan resmi berlanjut ke meja hijau. Ahli waris keluarga Abdul . . .
-
SMAN 2 Katingan Kuala Harumkan Kalteng, Sabet Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI 2026
SMAN 2 Katingan Kuala Harumkan Kalteng, Sabet Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI 2026
KASONGAN, POTRETKALTENG.COM- Prestasi membanggakan kembali diraih pelajar Kalimantan Tengah di tingkat nasional. SMA Negeri 2 Katingan Kuala berhasil keluar sebagai . . .
-
Front Marhaenis Kalteng Soroti Transparansi Gangguan PLTU Asam Asam, Dorong Verifikasi Independen
Front Marhaenis Kalteng Soroti Transparansi Gangguan PLTU Asam Asam, Dorong Verifikasi Independen
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Front Marhaenis Kalimantan Tengah yang terdiri dari DPD GMNI Kalimantan Tengah, DPC GMNI Palangka Raya, DPD GPM Kalimantan Tengah dan . . .
-
Kemarau Panjang, Bupati Kapuas Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Lewat Salat Istisqa
Kemarau Panjang, Bupati Kapuas Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Lewat Salat Istisqa
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Ribuan masyarakat Kabupaten Kapuas memadati Lapangan Bukit Ngalangkang, Kuala Kapuas, Minggu (30/8/2026) pagi. Mereka bersama-sama . . .
-
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran . . .

















