- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Mahasiswa KKN Reguler UPR Sosialisasikan Bahaya Merkuri Kepada Warga Desa Hurung Pukung
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Perwakilan mahasiswa KKN Reguler UPR ketika mensosialisasikan Bahaya Merkuri kepada salah satu warga
Potretkalteng.com - KAPUAS - Merkuri adalah cairan logam perak atau disebut air raksa (Hydrargyrum ). Logam ini adalah logam yang ada secara alami,satu-satunya logam pada suhu kamar (25°C) berwujud cair. Di dalam tabel periodik merkuri (Hg) dengan nomor atom 80 dan nomor massa 200.59.
Melihat banyak warga Desa Hurung Pukung berprofesi sebagai tambang rakyat konvensional dan menggunakan merkuri untuk mendapatkan emas, hal ini membuat mahasiswa KKN Reguler I UPR Tahun 2023 Kelompok 113 tergerak untuk memberikan edukasi kepada warga Desa Hurung Pukung.
"Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan agar warga Desa Hurung Pukung dapat mengetahui bahaya merkuri baik pada lingkungan maupun manusia serta mengetahui bagaimana menanggulangi bahaya merkuri tersebut", ungkap Sri Wulandari Simangunsong salah satu anggota Kelompok 113.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa KKN UPR Buat Seminar Pentingnya Pendidikan di Masyarakat Desa Hurung Pukung0
- Ini 3 Nama Calon Pj Bupati Yang di Ajukan DPRD Kapuas Kepada Mendagri0
- Mahasiswa KKN UPR Lakukan Penghijauan 1500 Bibit Pohon Dengan Masyarakat Desa0
- DPRD Kapuas Usulkan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati0
- Kelompok KKN 113 UPR Sosialisasikan Pendidikan Karakter Kepada Siswa Di Desa Hurung Pukung 0
Adapun bahaya merkuri bagi lingkungan yaitu dapat mencemari perairan dan dapat mencemari tanah. Bagi manusia yang terpapar merkuri dapat menyebabkan gangguan pada banyak sistem tubuh, seperti sistem saraf, sistem pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan juga organ tubuh, seperti paru-paru, ginjal, mata, dan kulit. Sementara pada ibu hamil, kadar merkuri yang terlalu tinggi bisa menyebabkan janin mengalami cacat fisik, deformasi organ (lebih banyak atau lebih sedikit), dan keterbelakangan mental.
Dampak yang ditimbulkan oleh merkuri memang tidak langsung terlihat, namun dampaknya akan terlihat setelah beberapa tahun kedepan.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan cara door to door serta memberikan brosur kepada Warga Desa Hurung Pukung.(red)
Niel olan
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















