- Hadapi Kemarau, Pemkab Mura Dorong Masyarakat Permata Intan Tingkatkan Kesiapsiagaan
- Pemkab Murung Raya Dorong Penguatan Integritas dan Pelayanan Publik Bersih
- Pemkab Mura Ajak Warga Laung Tuhup Bersama Cegah Karhutla
- Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Perangkat Daerah Dorong Pembangunan Responsif Gender
- Warnita Heriyus Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersama Cetak Generasi Unggul Murung Raya
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-I Kodam XXII/Tambun Bungai, Perkuat Sinergi Pemerintah dan TNI
- Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Murung Raya Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- Rahmanto Muhidin Tekankan Pemkab Mura Harus Hadir dan Bekerja untuk Masyarakat
- Pemkab Murung Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Sambut HUT Kemerdekaan, Pemkab Mura Matangkan Kesiapan Seluruh Perangkat Daerah
Jeratan Hukum Bagi Pelaku Begal Payudara
Oleh : Daniel Sitohang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya

Potretkalteng.com – Palangka Raya – Opini. Begal payudara adalah adalah sebuah tindak kejahatan yang dilakukan dengan cara menyentuh dan/atau meremas payudara perempuan/laki-laki, sering kali dilakukan sesambil mengendarai sepeda motor seperti halnya begal.Maraknya kasus begal payudara ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Pada rabu 13 April 2022 sekitar pukul 19.00 WIB Kota Palangkaraya juga digegerkan dengan adanya pelecehan seksual begal Panyudara.Peristiwa ini menimpa mahasiswi berinisial LMP di jalan B. Kotien kota Palangka Raya. Sesuai dengan keterangan korban, pelaku pelecehan tersebut berciri-ciri menggunakan pakaian serba hitam, menggunakan motor warna putih bergaris kuning
Sesuai keterangan korban, Kronologi dari kasus tersebut pada saat korban hendak memasuki gang menuju kosannya, dari jauh korban telah melihat seorang pria (pelaku) telah menunggu di gang tersebut yang kebetulan sepi dan gelap. Setelah korban berjalan mendekat dengan pria tersebut sontak pelaku langsung memegang bagian tubuh korban yang tidak selayaknya untuk dipegang. Setelah melakukan aksinya korban spontan berteriak meminta pertolongan kemudian pelaku tersebut bergegas pergi dengan menggunakan motor.
Peristiwa ini akhirnya sampai ke tangan pihak kepolisian,dan sedang dalam tahap penyelidikan,pihak kepolisian juga sedang melakukan olah TKP. Dengan adanya kejadian ini membuat mahasiswi-mahasiswi menyimpan sebuah rasa ketakutan ketika harus melewati lokasi kejadian, karena takut hal yang sama menimpa LPM terjadi pada dirinya.
Baca Lainnya :
- Penegakan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Terhadap Pembajakan Film di Indonesia0
- Dampak Negatif Pinjaman Online Ilegal0
- Fakta Marga Dalam Suku Batak Toba0
- Gubernur Kalimantan tengah haji Sugianto Sabran lantik PJ Bupati Barito Selatan.0
- Covid-19 Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Di Indonesia0
Dengan adanya kasus tersebut beberapa jalan menuju Universitas Palangka Raya untuk saat ini telah ditutup sementara. Hal tersebut mengakibatkan para mahasiswa dan warga sekitar Universitas Palangka Raya harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk melintas disekitar Universitas Palangka Raya. Dengan ditutupnya beberapa akses jalan sekitar Universitas Palangka Raya tentu sangat merugikan banyak mahasiswa dan warga sekitar, dimana para pengendara harus rela menempuh jarak yang lebih jauh dan bahan bakar yang lebih banyak lagi.
Lantas bagaimana sebenarnya pengaturan sanksi pidana bagi pelaku begal payudara ini?
Dalam hukum di Indonesia hanya ada dua perangkat hukum yang mengatur masalah kekerasan seksual, salah satunya KUHP pasal 285 yang berbunyi, “barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia, dihukum, karena memperkosa, dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun.Di KUHP kita hanya mengenal pemerkosaan yang berbentuk bersetubuhan antara laki-laki dan perempuan, dengan adanya penetrasi.
Kedua, Pasal 289 sampai Pasal 296 KUHP yang mengatur perbuatan “cabul”. Ancaman hukuman penjara paling lama yang diatur dalam pasal tersebut lebih singkat daripada pasal pemerkosaan, yakni hanya tujuh tahun. Kalau pemerkosaan ke anal, itu masuknya ke pencabulan. Di luar penetrasi antara laki-laki dan perempuan, itu masuknya pencabulan, padahal pasal pencabulan ancaman hukumannya lebih ringan daripada pemerkosaan. Menurut penulis, pasal 290 KUHP ayat (1) dapat diterapkan bagi pelaku begal payudara karena melakukan perbuatan cabul disaat korban tidak berdaya dan diancam pidana paling lama tujuh tahun. Korban setelah mengalami pelecehan tidak berdaya melakukan perlawanan karena pelaku menggunakan sepeda motor dan kebanyakan pelaku langsung kabur.(red)
Berita Utama
-
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran . . .
-
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Alim Bachri melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat . . .
-
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendorong Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat (IKA ULM) . . .
-
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut . . .
-
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah secara resmi menyerahkan empat orang tersangka beserta barang bukti atau Tahap II . . .

















