- Buron Kasus Dugaan Penggelapan Motor di Kapuas Ditangkap di Samarinda
- Tim Gabungan Resmob Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencabulan Anak
- DPRD Gunung Mas Apresiasi Inovasi SKCK Keliling untuk Warga Daerah Hulu
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Perikanan
- HUT Bhayangkara ke-80, GPM Kalteng Desak Evaluasi Menyeluruh Reformasi Polri
- Operasi SAR Hari Ketiga, Bripda Nopandri Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Katingan
- Perkumpulan Pemuda Nusantara Ajak Masyarakat Kalteng Bersatu Dukung Polri Berantas Narkoba
- Gubernur Agustiar Sabran Buka Turnamen Bola Voli Kapolda Cup II 2026, Perkuat Sportivitas dan Persat
- Disdagperin Kalteng Pererat Sinergi dengan BKKBN melalui Audiensi dan Silaturahmi
- Serap Aspirasi Lintas Desa, Ketua NasDem Barito Utara Hj. Nety Herawati Gelar Reses Maraton
Harga TBS Sawit Petani Swadaya Turun Serempak, Imbas Pidato Presiden ?

Keterangan Gambar : Ilustrasi
Baca Lainnya :
- Dalam Rangka Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polri Adakan Sederet Lomba0
- Dinas Perdagangan Kota Palangkaraya Terus Awasi Kenaikan Harga Daging Ayam Broiler0
- PPID Utama Provinsi Kalteng Gelar Rapat Pengelolaan Informasi Publik0
- Dalam Rangka Memperingati Hari Paskah, Mahasiswa FH UPR Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan0
- Gubernur Kalteng Ajak Pengusaha Bantu Masyarakat di Sekitar Perkebunan0
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani swadaya di berbagai daerah dilaporkan mengalami penurunan serempak pada Kamis (21/5/2026). Sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) memangkas harga pembelian di kisaran Rp200 hingga Rp500 per kilogram.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani sawit mandiri.
Berdasarkan pantauan data dari Majalah Sawit Indonesia dan platform sawitsetara.co, koreksi harga terjadi di beberapa sentra sawit:
Sumatera Barat: Di Kabupaten Pesisir Selatan, harga TBS swadaya menyentuh Rp2.380 per kilogram, sementara di Sijunjung bertahan di kisaran Rp3.330 hingga Rp3.370 per kilogram.
Kalimantan Timur: Di Penajam Paser Utara, PKS membeli TBS petani swadaya pada kisaran Rp2.710 hingga Rp2.750 per kilogram.
Sejumlah PKS seperti PT Permata Andalan Sawit memangkas harga Rp250/kg, PT Kelantan Sakti-2 menurunkan Rp230/kg, PT SBS memotong Rp270/kg (menjadi Rp2.400/kg), dan PT NSM menetapkan harga baru Rp2.500/kg.
Di sisi hulu, tekanan juga terjadi pada perdagangan Crude Palm Oil (CPO). Tender CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Rabu (20/5/2026) dilaporkan berakhir withdraw (batal sepakat) setelah dibuka di level Rp15.500 per kilogram.
Dikaitkan dengan Rencana Kebijakan Eksportir Tunggal BUMN Penurunan harga yang terjadi secara bersamaan ini memicu spekulasi di kalangan pelaku usaha. Momentum ini berdekatan dengan pengumuman rencana pembentukan BUMN ekspor oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pemerintah berencana menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam, yang mewajibkan ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloys dilakukan satu pintu melalui BUMN yang ditunjuk.
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita... kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal," ujar Presiden Prabowo.
Ia menekankan bahwa mekanisme ini berfungsi sebagai marketing facility, di mana hasil penjualan tetap akan diteruskan kepada pelaku usaha.
Respons Asosiasi dan Perlunya Konfirmasi Berimbang
Meskipun sebagian pelaku pasar menduga penurunan harga TBS merupakan respons negatif atas kekhawatiran panjangnya rantai birokrasi ekspor baru, asosiasi petani mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, maupun gabungan pengusaha sawit mengenai apakah penurunan harga TBS dan withdraw tender di KPBN ini murni akibat sentimen pasar global, dinamika pasokan harian, atau dampak langsung dari pengumuman kebijakan eksportir tunggal BUMN tersebut.
Pihak redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak-punak terkait dan pengamat ekonomi guna mendapatkan analisis yang lebih komprehensif dan berimbang.
RT
Berita Utama
-
Operasi SAR Hari Ketiga, Bripda Nopandri Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Katingan
Operasi SAR Hari Ketiga, Bripda Nopandri Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Katingan
KATINGAN, POTRETKALTENG.COM AKAN- Tim SAR Gabungan menemukan satu dari dua korban yang tenggelam di Sungai Katingan, Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, . . .
-
Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Perikanan
Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Perikanan
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM – Bupati Kapuas HM Wiyatno menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor . . .
-
HUT Bhayangkara ke-80, GPM Kalteng Desak Evaluasi Menyeluruh Reformasi Polri
HUT Bhayangkara ke-80, GPM Kalteng Desak Evaluasi Menyeluruh Reformasi Polri
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sorotan tajam dari Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kalimantan Tengah. Organisasi kepemudaan . . .
-
Tim Gabungan Resmob Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencabulan Anak
Tim Gabungan Resmob Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencabulan Anak
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Aparat gabungan dari Satreskrim Polres Kapuas bersama Polsek Kapuas Murung serta dibantu Unit Resmob Polresta Samarinda dan Polsek . . .
-
Buron Kasus Dugaan Penggelapan Motor di Kapuas Ditangkap di Samarinda
Buron Kasus Dugaan Penggelapan Motor di Kapuas Ditangkap di Samarinda
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kapuas melalui Unit Resmob bersama Polsek Selat, dengan dukungan Unit Resmob Polresta . . .

















