- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Gagal Kembangkan Bawang Merah, Distan Kapuas Sebut Faktor SDM dan Iklim
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Yaya SP
Potretkalteng.com - KAPUAS - Daerah Kapuas baru saja mengalami kegagalan pengembangan budidaya bawang merah, hal tersebut dikarenakan faktor dari sumber daya manusia (SDM).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Yaya SP melalui Kepala Bidang Holtikultura, Dwi Purnamasari, kepada awak media mengungkapkan bahwa pihaknya selama beberapa tahun terakhir telah berupaya mengembangkan komoditas bawang merah.
Baca Lainnya :
- Ketua LSM Pemuda Reformasi Kapuas Soroti Penggabungan Disnaker dan Distran0
- Pemkab Kapuas Akan Bangun Sprot Sains dan Hutan Kota0
- Sering Temui Sampah di Area Taman DLH Kapuas Minta Agar Pedagang Memperhatikan Kebersihan Lingkungan0
- Tim Resmob Kapuas Amankan Terduga Pelaku Pencurian Aki0
- Pemkab Kapuas Tandatangani Perjanjian Kerjasama Dinas PMD dan Kejari Kapuas0
"Beberapa kali pernah dilakukan budidaya bawang merah, faktor SDM nya yang belum bisa secara optimal membantu keberhasilan dalam pengembangannya," kata Dwi Purnamasari.
Dijelaskannya bahwa selain faktor SDM, faktor utama penyebab kegagalan adalah iklim yang tak menentu.
"Faktor cuaca atau faktor iklim yang tidak bisa di kita kendalikan sehingga pertanaman akan mengalami banyak kendala atau hambatan, artinya kalau pun bisa panen itu tidak sampai maksimal. Kalau curah hujannya tinggi mengakibatkan banjir akhirnya tanaman yang sudah bagus jadi terendam," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, akibat curah hujannya tinggi akan berpengaruh terhadap penyakit yakni moler.
"Kalau sudah terkena virus moler ini akan sangat sulit sekali dikendalikan dan ini juga berakibat terhadap hasil panen," kata Dwi.
Ia menambahkan, faktor lainnya yang menjadi kendala adalah saluran irigasi. Apabila curah hujan tinggi, maka akan kesulitan di dalam pembuangan air.
"Jadi rata-rata kebun atau lahan hortikultura ini tidak seperti lahan padi yang tertata sudah irigasinya. Apabila kebanjiran, tidak ada pembuangan airnya," katanya.
Ia menambahkan, di Kabupaten Kapuas memiliki potensi bagus untuk dikembangkan adalah budidaya cabai, semangka, nenas dan sayur -sayuran.
"Hal itu dapat menjadi alternatif yang bisa kita kembangkan karena juga memiliki pangsa pasarnya yang cukup bagus, petaninya juga memiliki kemampuan budidaya yang sudah relatif baik," pungkasnya.(red)
Her
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















