- Hadapi Kemarau, Pemkab Mura Dorong Masyarakat Permata Intan Tingkatkan Kesiapsiagaan
- Pemkab Murung Raya Dorong Penguatan Integritas dan Pelayanan Publik Bersih
- Pemkab Mura Ajak Warga Laung Tuhup Bersama Cegah Karhutla
- Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Perangkat Daerah Dorong Pembangunan Responsif Gender
- Warnita Heriyus Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersama Cetak Generasi Unggul Murung Raya
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-I Kodam XXII/Tambun Bungai, Perkuat Sinergi Pemerintah dan TNI
- Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Murung Raya Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- Rahmanto Muhidin Tekankan Pemkab Mura Harus Hadir dan Bekerja untuk Masyarakat
- Pemkab Murung Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Sambut HUT Kemerdekaan, Pemkab Mura Matangkan Kesiapan Seluruh Perangkat Daerah
DP3APPKB Kapuas Gelar Rakor Data Terpilah Gender dan Anak Digelar

Kuala Kapuas, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak, Senin (24/11/2025).
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Ketahanan Pangan, Desa Tewai Baru Luncurkan Program Penanaman Jagung Hibrida0
- DPRD Kalteng Targetkan Raperda MBLB Rampung Sebelum Tutup Tahun0
- DPRD Kalteng Perkuat Upaya Perlindungan Anak Melalui Program Terpadu0
- Anggota DPRD Kalteng Dorong Pemerataan dan Modernisasi Sarana Pendidikan0
- Ratusan Anggota Koperasi Tuntut Transparansi, Mediasi Buntu dan Konflik Berlanjut ke Pengadilan0
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kuala Kapuas tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, serta dihadiri oleh Kepala DP3APPKB, dr. Tri Setyautami, para narasumber, dan peserta dari berbagai perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Kapuas menegaskan bahwa kualitas data memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat lagi menyusun program hanya berdasarkan asumsi atau data umum tanpa mempertimbangkan perbedaan kebutuhan kelompok masyarakat.
“Pemerintah daerah membutuhkan data yang akurat, terpilah, dan mutakhir agar setiap kebijakan yang kita rumuskan benar-benar menjawab kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan anak. Rakor ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kapasitas OPD dalam penyediaan data,” tutur Sekda.
Lebih lanjut, Sekda mendorong perangkat daerah untuk lebih aktif memperbarui dan menyajikan data secara berkala.
Menurutnya, data yang valid akan membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi, menyusun perencanaan, hingga mengidentifikasi potensi maupun persoalan pembangunan.
“Saya berharap setiap OPD dapat meningkatkan komitmen dalam menyediakan data yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data bukan hanya angka, tetapi landasan kita dalam mengambil keputusan yang berdampak luas bagi masyarakat Kapuas,” tambahnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antar-OPD agar tidak terjadi perbedaan sumber data, sehingga pemerintah memiliki satu basis data yang akurat dan terintegrasi..
Dalam kesempatan yang sama, Kepala DP3PPKB Kapuas, dr. Tri Setyautami, menjelaskan bahwa penyediaan data terpilah gender dan anak merupakan amanat regulasi sekaligus kebutuhan nyata dalam penguatan kebijakan daerah yang lebih inklusif.
“Data terpilah sangat penting agar kita bisa melihat kondisi nyata di lapangan. Dengan data yang baik, kita dapat mengidentifikasi kesenjangan, merancang program yang lebih tepat, dan memastikan perempuan serta anak mendapatkan akses, perlindungan, dan kesempatan yang setara,” jelas dr. Tri.
Ia juga menekankan bahwa penyediaan data terpilah bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya mempertajam perencanaan pembangunan.
“Keberhasilan penyediaan data terpilah tidak bisa hanya bergantung pada satu dinas. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, sinkronisasi sistem, serta komitmen bersama agar data yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk pembangunan Kabupaten Kapuas,” ungkapnya.
Menurutnya, DP3APPKB akan terus mendorong peningkatan kapasitas OPD melalui pendampingan, pelatihan, serta integrasi informasi agar kualitas data semakin baik setiap tahunnya.
Rakor berjalan interaktif dengan paparan narasumber mengenai mekanisme penyediaan data, integrasi sistem, dan praktek terbaik dalam pengelolaan data responsif gender dan anak. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan penyusunan langkah tindak lanjut bagi perangkat daerah.
Berita Utama
-
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran . . .
-
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Alim Bachri melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat . . .
-
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendorong Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat (IKA ULM) . . .
-
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut . . .
-
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah secara resmi menyerahkan empat orang tersangka beserta barang bukti atau Tahap II . . .

















