- Diduga Cemari Air Sungai dan Sumur Warga, Jalan Tambang PT BDA Diportal di Barito Utara
- Akselerasi Pembangunan Desa, TMMD ke-129 Tahun 2026 Resmi Dibuka di Tamban Catur
- Kawal Pembangunan hingga Desa, PWI Kapuas Luncurkan Program Monitoring
- Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- Junaidi Soroti Kebakaran di Palangka Raya, Ajak Warga Perkuat Upaya Pencegahan
- Pj Sekda Kalteng Resmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA Isen Mulang Akademi di RSJ Kalawa Atei
- Program Satu Miliar Satu Desa Wujudkan Jalan Lebih Layak di Tarung Manuah
- Operasi Antik Telabang 2026, Polres Kapuas Amankan satu orang Terduga Pengedar Sabu di Kapuas Timur
- Satresnarkoba Polres Kapuas Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Pulau Petak
- Laka Lantas di Jalan Trans Kalimantan Pulau Petak, Korban Jalani Perawatan di RSUD Kapuas
Diduga Cemari Air Sungai dan Sumur Warga, Jalan Tambang PT BDA Diportal di Barito Utara

MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM — Akses jalan hauling PT. Batubara Duaribu Abadi yang berlokasi di RT 05, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditutup oleh warga setempat pada Kamis (16/07/2026).
Baca Lainnya :
- 23 Anggota Khilafatul Muslimin Ditetapkan Sebagai Tersangka0
- Jalan Rusak Bekas Banjir Penda Barania Sebabkan Kemacetan dan Truk Amblas0
- Kalteng Jadi Tujuan Studi Lapangan Terkait Potensi Komoditas Unggulan Tahun 20220
- Kadis ESDM Vent Christway : Perpres 55 Tahun 2022 Berpeluang Tingkatkan PAD0
- DPM UPR AJAK MAHASISWA KAWAL PEMILIHAN REKTOR0
Aksi pemblokiran jalur hauling ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran lingkungan akibat timpasan air dari jalan hauling perusahaan pertambangan tersebut.
Warga mengeluhkan kondisi air sungai dan sumur yang dulunya jernih kini berubah menjadi keruh kekuningan.
Dampaknya, masyarakat sekitar kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mencari ikan, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan air minum yang selama ini bergantung pada aliran tersebut.
Pemilik lahan yang terdampak, Yeyen Hariyanto bersama istrinya, Relawati, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pihak manajemen perusahaan.
Mereka menilai PT BDA lambat dalam merespons dan memberikan solusi konkret atas kerugian yang dialami warga.
"Lihat ini pak, ini kan mereka sengaja melepaskan air ke lahan kami, sehingga saat hujan lahan kami digenangi air sampai ke sumber air minum kami. Air sumur kami keruh dan tidak bisa lagi kami manfaatkan," ujar Yeyen sambil menunjuk lokasi yang ditengarai menjadi titik luapan air dari jalan hauling.
Yeyen menambahkan bahwa warga pada dasarnya mendukung investasi di daerah mereka, namun ia meminta perusahaan tidak mengabaikan tanggung jawab moral dan sosial ketika operasionalnya berdampak buruk pada lingkungan sekitar.
Melalui aksi pemortalan ini, warga mendesak PT BDA untuk segera melakukan pemulihan kondisi air dan memberikan tanggung jawab sosial yang nyata. Warga menegaskan akan tetap mempertahankan blokade jalan tersebut hingga ada kejelasan solusi dari pihak manajemen.
Di tengah terik matahari saat mengawal aksi, Relawati menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersikap responsif terhadap nasib warga yang terdampak langsung oleh aktivitas industri ini.
"Kami mohon Bapak Bupati Shalahuddin dan jajaran turun langsung melihat keadaan kami. Kami ini warga terdampak akibat adanya perusahaan. Kami mohon bantuan pemerintah," tutur Relawati.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalannya aksi penutupan jalan ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Dua personel dari Kesatuan Brimob tampak berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
"Kami datang hanya untuk memastikan situasi aman dan terkendali," ujar salah satu anggota Brimob saat dikonfirmasi oleh awak media.
Beberapa perwakilan manajemen PT BDA juga terlihat berada di lokasi aksi, namun mereka hanya memantau jalannya pemblokiran.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen PT BDA untuk mendapatkan konfirmasi resmi, klarifikasi, serta tanggapan lebih lanjut mengenai dugaan pencemaran lingkungan dan tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh warga Desa Sikui.
RT
Berita Utama
-
Diduga Cemari Air Sungai dan Sumur Warga, Jalan Tambang PT BDA Diportal di Barito Utara
Diduga Cemari Air Sungai dan Sumur Warga, Jalan Tambang PT BDA Diportal di Barito Utara
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM — Akses jalan hauling PT. Batubara Duaribu Abadi yang berlokasi di RT 05, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, . . .
-
Laka Lantas di Jalan Trans Kalimantan Pulau Petak, Korban Jalani Perawatan di RSUD Kapuas
Laka Lantas di Jalan Trans Kalimantan Pulau Petak, Korban Jalani Perawatan di RSUD Kapuas
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kapuas menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan . . .
-
Satresnarkoba Polres Kapuas Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Pulau Petak
Satresnarkoba Polres Kapuas Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Pulau Petak
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Pulau . . .
-
Operasi Antik Telabang 2026, Polres Kapuas Amankan satu orang Terduga Pengedar Sabu di Kapuas Timur
Operasi Antik Telabang 2026, Polres Kapuas Amankan satu orang Terduga Pengedar Sabu di Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu dalam rangka . . .
-
Program Satu Miliar Satu Desa Wujudkan Jalan Lebih Layak di Tarung Manuah
Program Satu Miliar Satu Desa Wujudkan Jalan Lebih Layak di Tarung Manuah
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Pekerjaan semenisasi jalan di kawasan Desa Tarung Manuah, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, melalui Program Lewu Bersinar telah . . .
















