Diduga Cemari Air Sungai dan Sumur Warga, Jalan Tambang PT BDA Diportal di Barito Utara

Potret kalteng 16 Jul 2026, 13:30:40 WIB Barito Utara
Diduga Cemari Air Sungai dan Sumur Warga, Jalan Tambang PT BDA Diportal di Barito Utara



MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM — Akses jalan hauling PT. Batubara Duaribu Abadi yang berlokasi di RT 05, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditutup oleh warga setempat pada Kamis (16/07/2026). 

Baca Lainnya :


Aksi pemblokiran jalur hauling ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran lingkungan akibat timpasan air dari jalan hauling perusahaan pertambangan tersebut.


Warga mengeluhkan kondisi air sungai dan sumur yang dulunya jernih kini berubah menjadi keruh kekuningan. 


Dampaknya, masyarakat sekitar kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mencari ikan, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan air minum yang selama ini bergantung pada aliran tersebut.


Pemilik lahan yang terdampak, Yeyen Hariyanto bersama istrinya, Relawati, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pihak manajemen perusahaan. 


Mereka menilai PT BDA lambat dalam merespons dan memberikan solusi konkret atas kerugian yang dialami warga.


"Lihat ini pak, ini kan mereka sengaja melepaskan air ke lahan kami, sehingga saat hujan lahan kami digenangi air sampai ke sumber air minum kami. Air sumur kami keruh dan tidak bisa lagi kami manfaatkan," ujar Yeyen sambil menunjuk lokasi yang ditengarai menjadi titik luapan air dari jalan hauling.


Yeyen menambahkan bahwa warga pada dasarnya mendukung investasi di daerah mereka, namun ia meminta perusahaan tidak mengabaikan tanggung jawab moral dan sosial ketika operasionalnya berdampak buruk pada lingkungan sekitar.


Melalui aksi pemortalan ini, warga mendesak PT BDA untuk segera melakukan pemulihan kondisi air dan memberikan tanggung jawab sosial yang nyata. Warga menegaskan akan tetap mempertahankan blokade jalan tersebut hingga ada kejelasan solusi dari pihak manajemen.


Di tengah terik matahari saat mengawal aksi, Relawati menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersikap responsif terhadap nasib warga yang terdampak langsung oleh aktivitas industri ini.


"Kami mohon Bapak Bupati Shalahuddin dan jajaran turun langsung melihat keadaan kami. Kami ini warga terdampak akibat adanya perusahaan. Kami mohon bantuan pemerintah," tutur Relawati.


Berdasarkan pantauan di lapangan, jalannya aksi penutupan jalan ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Dua personel dari Kesatuan Brimob tampak berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.


"Kami datang hanya untuk memastikan situasi aman dan terkendali," ujar salah satu anggota Brimob saat dikonfirmasi oleh awak media. 


Beberapa perwakilan manajemen PT BDA juga terlihat berada di lokasi aksi, namun mereka hanya memantau jalannya pemblokiran.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen PT BDA untuk mendapatkan konfirmasi resmi, klarifikasi, serta tanggapan lebih lanjut mengenai dugaan pencemaran lingkungan dan tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh warga Desa Sikui.




RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment