Sumber Air Mulai Langka, Dishut Kalteng Perbanyak Sumur Bor Hadapi Karhutla

Potret kalteng 21 Agu 2026, 19:52:25 WIB PEMPROV KALTENG
Sumber Air Mulai Langka, Dishut Kalteng Perbanyak Sumur Bor Hadapi Karhutla

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM -  Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Dishut Kalteng) mewaspadai keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca kering.


Ketersediaan sumber air menjadi salah satu perhatian utama dalam menghadapi potensi karhutla. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat sarana pendukung pemadaman, salah satunya dengan memperbanyak sumur bor.


Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengatakan evaluasi penanganan karhutla menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapan di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan sumber air untuk proses pemadaman.


“Sumur bor sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pemadaman. Karena itu, pembangunan sumur bor akan diperbanyak sesuai arahan Gubernur Kalteng,” kata Agustan, Kamis (20/8/2026).


Selain sumur bor, embung di sejumlah wilayah rawan kebakaran juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air cadangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kondisi ketika sumber air alami mengalami penurunan akibat musim kering.


Dishut Kalteng saat ini juga melakukan pendataan ulang terhadap sumur bor yang telah dibangun di berbagai wilayah. Pendataan dilakukan untuk mengetahui lokasi, jumlah, serta kondisi sumur bor sehingga dapat dipastikan kesiapan operasionalnya ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.


Agustan mengatakan, hingga kini belum tersedia data lengkap mengenai jumlah dan kondisi seluruh sumur bor yang tersebar di Kalimantan Tengah. Sarana tersebut dibangun oleh sejumlah pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), serta Dinas Kehutanan.


“Diperkirakan ada sekitar tiga sampai empat ribu sumur bor. Tetapi kondisi dan status operasionalnya masih perlu diverifikasi,” ujarnya.


Pendataan dilakukan dengan menghimpun informasi dari berbagai pihak, termasuk jaringan mantan personel BRGM. Data tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam pemetaan sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.


Sementara itu, terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Agustan menjelaskan pelaksanaannya masih bergantung pada keberadaan awan aktif yang memenuhi syarat. Meski OMC telah dilakukan dalam dua hari terakhir, kondisi awan dinilai belum cukup mendukung untuk pelaksanaan secara optimal.


Pemprov Kalteng bersama instansi terkait terus memperkuat langkah antisipasi karhutla. Penambahan sumur bor, optimalisasi embung dan pendataan sumber air menjadi upaya untuk memastikan kebutuhan air pemadaman tetap tersedia di tengah kondisi kering.


Pemerintah berharap hujan segera turun untuk membantu membasahi lahan dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.(YZ)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment