Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Mahasiswa KKN UPR Edukasi Ibu Hamil dan Balita di Gunung Mas

Potret kalteng 21 Agu 2026, 19:50:17 WIB Gunung Mas
Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Mahasiswa KKN UPR Edukasi Ibu Hamil dan Balita di Gunung Mas

Keterangan Gambar : Foto Bersama Mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya dengan Warga Kelurahan Tampang Tumbang Anjir. (Foto:Istimewa)





Baca Lainnya :

GUNUNG MAS, POTRETKALTENG.COM -  Upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan. Hal tersebut menjadi fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui program “Edukasi Pencegahan Stunting dan Pemeriksaan Status Gizi” di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kamis (23/7/2026).


Kegiatan yang menyasar ibu hamil dan balita tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Sekitar 50 warga turut hadir mengikuti rangkaian pemeriksaan dan edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN UPR.

Program tidak hanya memberikan pemahaman mengenai stunting, tetapi juga mencakup pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, hingga pemberian intervensi kepada ibu hamil dan balita.


Dalam kegiatan tersebut, ibu hamil mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan zat besi selama kehamilan. Sementara itu, balita memperoleh dukungan asupan gizi berupa susu SGM, Taburia, dan vitamin Biolysin sesuai sasaran dan kebutuhan.

Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan pemberian Vitamin A dan obat cacing sebagai bagian dari dukungan terhadap pemeliharaan kesehatan dan tumbuh kembang anak.


Tekankan Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan


Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai hal terkait stunting, mulai dari faktor risiko, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian makanan bergizi kepada balita, pemantauan pertumbuhan anak hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.


Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.


Pemenuhan gizi ibu selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi TTD, pemberian ASI, makanan bergizi bagi anak serta pemantauan pertumbuhan secara berkala menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah gangguan pertumbuhan.


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN UPR, Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc., mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga dan masyarakat.

“Pencegahan stunting perlu dilakukan secara bersama-sama dan dimulai sejak masa kehamilan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga ikut membantu proses pendataan, pengukuran, serta pemberian intervensi yang mendukung kesehatan dan status gizi ibu hamil dan balita,” ujar Zimon.


Masyarakat Aktif Berkonsultasi

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Para ibu mengikuti pemeriksaan dan edukasi secara aktif serta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi bagi ibu maupun anak.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman langsung untuk memahami kondisi serta kebutuhan kesehatan masyarakat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir.


Mahasiswa KKN UPR berharap edukasi tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat bahwa pencegahan stunting bukan semata-mata menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.


Keluarga memiliki peran penting melalui pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan layanan kesehatan.

Program tersebut sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.


Kegiatan melibatkan 15 mahasiswa KKN UPR, yakni Daniel Hutagaol, Selvirianie, Suhati Insan Kristiani, Bella Wahyu Bidahariani, Chelsea Olivia Marselin Purba, Charles Triaprima Yohanes, Eti, Me'i Lays, Selviana, Christina Adelin Alexandra, Novel Lita, Nadia Salma, Muhammad Jaini, Kardo, dan Rendra Samada Andika.


Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPR berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan sejak dari keluarga.(YZ)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment