Siapkan Generasi Tangguh hadapi Bonus Demografi

Potret kalteng 04 Sep 2025, 12:15:44 WIB Gunung Mas
Siapkan Generasi Tangguh hadapi Bonus Demografi

Keterangan Gambar : FOTO : DPRD GUMAS/POTRET KALTENG PARIPURNA : Anggota DPRD Kabupaten Gumas Tuah (ujung kanan) saat menghadiri rapat paripurna DPRD setempat, belum lama ini.




KUALA KURUN, POTRETKALTENG. COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Tuah mengingatkan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk mempersiapkan diri dan mengambil langkah nyata sejak sekarang, menuju bonus demografi tahun 2045.

Baca Lainnya :


"Kami ingin generasi muda sejak dini harus dibekali bukan hanya pendidikan formal, tetapi keterampilan teknis, literasi digital, jiwa kewirausahaan, hingga pembentukan karakter unggul agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun global," ucap Tuah, Rabu, 3 September 2025.


Dia menegaskan, bonus demografi itu tidak datang dua kali. Kalau Pemkab Gumas sejak sekarang tidak menyiapkan para generasi muda, maka yang terjadi bukan kemajuan, tetapi ledakan pengangguran dan rendahnya daya saing.


"Momentum emas ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan suatu daerah. Apabila tidak dipersiapkan dengan baik, maka justru berpotensi menjadi bencana," tegasnya.


Dia mengatakan, pemkab perlu memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, olahraga, maupun pelatihan keterampilan. Di samping itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri juga penting agar generasi muda telah siap memasuki pasar kerja atau bahkan menjadi pencipta lapangan kerja.


"Kami ingin pemkab harus bisa mengelola dengan strategi matang, agar generasi muda tidak hanya siap menghadapi 2045, tetapi juga akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah menuju Indonesia Emas," terangnya.


Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga mendorong generasi muda di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, agar melek teknologi, kreatif dan inovatif di era digital sekarang.


"Penguasaan teknologi informasi itu bukan pilihan, tapi kebutuhan. Tanpa menguasi teknologi, generasi muda akan tertinggal di persaingan kerja, kesulitan mengakses informasi, kurang produktif dan inovatif serta kehilangan daya saing global," jelasnya.


Dia menambahkan, bonus demografi itu peluang emas. Tinggal bagaimana pemkab dan masyarakat mampu mengelola, sehingga generasi muda tidak hanya jadi penonton, melainkan pemain utama dalam panggung sejarah 2045. 


(Red)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment